Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Cara Jitu Emil Gaet Anak Muda

Cara Jitu Emil Gaet Anak Muda

KOMUNITAS redaksi09/12/2022 - 15:00 WIB

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa dalam mengajak anak muda ambil bagian pada proses keberlanjutan perlu mempertimbangkan berbagai faktor. Misalnya dengan melihat kondisi anak muda (gen Z) yang cenderung mudah bosan.

“Selain mudah bosan, faktor lainnya adalah mereka cenderung menyukai konten-konten singkat dan meme,” ungkap Wagub Emil saat menghadiri konferensi yang diselenggarakan oleh International Association of Bussiness Communicators (IABC) Indonesia dengn tema Towards 2023: Communicating for Impact di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (06/12).

Menurut Emil sapaan lekatnya, dengan keadaan tersebut saat ini penting untuk komunikator melihat bagaimana afiliasi anak muda terhadap sebuah organisasi.

“Misal kita sudah tau mereka (target audiens) kita tergabung pada organisasi apa. Ini akan memudahkan bagaimana kita akan menyampaikan pesannya,” ucap Emil.

“Kita bisa lihat apakah mereka saat ini bersikap individualistik atau masih terpengaruh afiliasi pada organisasi,” tambahnya

Mantan Bupati Trenggalek ini kemudian melihat, bahwa organisasi bisa menjadi mitra Pemerintah dalam upaya menyebarluaskan informasi-informasi. “Karena kemarin sewaktu covid-19 meningkat kami sangat butuh mitra. Tentunya kami juga menggunakan pendekatan behavorial science untuk meluaskan informasi-informasi itu,” katanya

Dirinya melanjutkan, bahwa hal tersebut memiliki kesinambungan dalam upaya menyebarluaskan informasi perihal kesinambungan (sustainibility).

“Saat ini banyak individu yang merasa bahwa jika melakukan hal kecil belum tentu akan berdampak besar nantinya. Inilah pentingnya melihat afiliasi organisasi target audiens. Agar kita bisa menggerakan banyak orang,” katanya

Dalam paparannya, Ia menjelaskan sebuah konsep Three elements of communication yang mengatakan bahwa seseorang akan terpengaruh pada diksi (kata) sebesar 7%, pemilihan intonasi 38% dan body language 55%. “Ini artinya atribut lebih penting daripada diksi,” tukasnya.

Dirinya melanjutkan bahwa saat ini isu isu perihal sustainability sudah mulai masuk pada dunia korporasi. “Sekarang korporasi wajib melaporkan sustainibility pada annual report. Ini adalah bagian dari bussines continuity,” ujar Emil.

Diakhir, Emil mengatakan bahwa dalam mengatasi gap komunikasi antara umur yang lebih tua dan lebih muda adalah dengan memunculkan mindset saling respect.

“Kalau di Jawa Timur kita junjung tinggi yang namanya unggah-ungguh. Jadi dalam menyampaikan informasi apapun kita pegang prinsip itu. Kadang kalau di birokrasi terhalangnya karena keseganan terhadap pimpinan. Tapi saya rasa informasi sepenting apapun harus disampaikan,” jelasnya

“Sehingga yang paling penting adalah menanamkan sikap dan mindset saling respect terhadap lawan bicara,” pungkasnya. (ita)

Emil Dardak
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.