Pemerintah Kota Surabaya resmi memberlakukan skema baru Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya mulai Tahun Anggaran 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat akses pendidikan bagi keluarga rentan sekaligus menjamin keberlanjutan sekolah siswa jenjang SMA sederajat.
Kepala Bapemkesra Kota Surabaya, Arief Boediarto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut diatur dalam Perwali Nomor 80 Tahun 2025. Salah satu perubahan mendasar adalah pengalihan bentuk beasiswa menjadi bantuan sosial pendidikan.
“Jika tahun sebelumnya semua siswa SMA negeri dan swasta menerima uang saku Rp200 ribu, kini bantuan difokuskan pada siswa SMA swasta sederajat dalam bentuk biaya pendidikan Rp350 ribu per bulan,” jelas Arief.
Menurutnya, bantuan sosial ini disalurkan langsung ke rekening sekolah agar benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan. Mekanisme tersebut juga bertujuan melindungi siswa dari potensi putus sekolah akibat keterbatasan biaya.
“Sekolah yang menerima bantuan ini tidak boleh lagi menarik iuran tambahan. Pendidikan siswa harus terjamin sampai lulus,” tegasnya.
Selain bantuan biaya pendidikan, siswa penerima beasiswa juga mendapatkan perlengkapan sekolah berupa seragam dan sepatu. Sementara bagi siswa SMA negeri, bantuan difokuskan pada penyediaan seragam dan sepatu sebagai penunjang pendidikan.
Program Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya secara khusus menyasar keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim piatu. Sasaran utama berasal dari kelompok Desil 1 hingga 5, dengan prioritas Desil 1 dan 2.
Pemkot Surabaya telah melakukan sosialisasi kebijakan ini kepada pihak sekolah secara bertahap sejak September hingga November 2025 dengan melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Arief berharap, melalui skema baru ini, Pemkot Surabaya tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat intervensi sosial untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. Program ini kami rancang agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (tas)
