Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Cegah Difteri, Ada Program ORI

Cegah Difteri, Ada Program ORI

KESEHATAN redaksi22/01/2018 - 15:00 WIB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, akan melakukan imunisasi massal dengan pemberian vaksin untuk mencegah penyakit difteri melalui program Outbreak Response Immunization (ORI). Langkah ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, tahun 2017, Surabaya ada 29 kasus difteri, dimana hasil lab sebanyak 28 dinyatakan negatif. Namun, hingga akhir desember 2017 ada satu yang dinyatakan positif.

“Nanti kita akan lakukan program ORI diseluruh tingkat kecamatan dan kelurahan, kita lakukan secara massal,” ujarnya saat melakukan jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (17/01) siang.

Sasaran dari program ORI, kata dia, usia satu hingga dibawah 19 tahun. Penyakit difteri ini sangat mengerikan dan bisa menyebabkan kematian. Menurutnya, jika seseorang terkena penyakit difteri akan mengalami kondisi demam, sakit pada tenggorokan, kemudian dipangkal tenggorokan terdapat selaput abu-abu yang bisa membesar dan menyumbat aliran saraf dan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian.

“Kita punya sasaran untuk yang dibawah 19 tahun mencapai sekitar 753.498 orang. Usia 19 tahun kurang sehari juga tetap akan kita lakukan imunisasi,” urainya.

Data dari Dinkes menyebutkan, tahun 2017 penyakit difteri menyerang usia dibawah 10 tahun mencapai 24 orang, sedangkan usia 26 hingga 30 tahun sebanyak 3 orang, dan terakhir satu orang dengan usia lebih dari 60 tahun. Seseorang bisa terkena penyakit difteri dikarenakan imunisasi dasarnya tidak lengkap.

Ia mengatakan, Program ORI kedepan akan dilaksanakan dengan tiga tahapan, pertama pada bulan februari 2018 mendatang, kemudian bulan juni dan yang terakhir pada bulan desember.

Febria menegaskan, pihaknya akan menyiapkan sekitar 6.677 pos-pos untuk mendukung berjalannya program ORI, dengan dibantu dari satgas, DP5A dan OPD terkait. Selain itu, pihaknya mengaku juga sudah bekerjasama dengan rumah sakit dan perguruan tinggi, dengan total tenaga vaksinator sebanyak 1.093 orang.

“Untuk vaksin khusus sasaran usia 19 tahun kebawah, nanti akan disiapkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim),” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga mempunyai kebijakan program yang sama diluar ORI, sekitar 9000 petugas lapangan juga akan dilakukan imunisasi. Dimana sasarannya adalah para petugas lapangan seperti Satpol PP, satgas, petugas kebersihan, dan petugas kesehatan yang rentan terhadap penyakit.

“Seluruh satgas lapangan yang rentan terhadap penyakit juga akan kita lakukan imunisasi tetanus, difteri, dan hepatitis,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkot juga mempunyai program kebijakan imunisasi Human Papillo Mavirus (HPV), untuk mencegah meningkatnya penderita kangker, terutama pada anak-anak kelas lima Sekolah Dasar (SD). “Memang usia yang terbaik itu sekitar 11 sampai dengan 13 tahun, imunisasi akan kita berikan sebanyak tiga kali,” tutupnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.