Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan uji coba alat pendeteksi kekuatan pohon sebagai langkah antisipasi pohon tumbang saat cuaca ekstrem. Pengujian tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi serta melibatkan perangkat daerah terkait.
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menyampaikan bahwa pengujian alat dilakukan menyusul meningkatnya kejadian pohon tumbang akibat angin kencang dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian. Alat ini digunakan untuk menilai kekuatan pohon dan potensi kerawanannya,” kata Dedik.
Menurutnya, banyak pohon di Surabaya saat ini telah berusia puluhan tahun sehingga memerlukan pemantauan khusus. Faktor usia, kondisi batang, serta cuaca ekstrem menjadi kombinasi yang dapat meningkatkan risiko tumbang.
“Pohon berbeda dengan bangunan. Tidak ada catatan usia struktur. Seiring bertambahnya umur, kondisi pohon juga berubah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, DLH menggandeng BPBD dan DPKP untuk memastikan petugas lapangan memiliki pemahaman yang sama dalam menilai tingkat risiko pohon. Edukasi dan pelatihan penggunaan alat telah dilakukan, disertai praktik langsung di lapangan.
Dedik menyebutkan, hasil pemantauan saat ini masih dalam tahap uji coba. Setelah proses pelatihan selesai, DLH akan melakukan pengecekan lebih luas untuk memetakan pohon-pohon yang membutuhkan penanganan prioritas.
Sementara itu, masyarakat yang ingin mengajukan perantingan atau pemotongan pohon dapat memanfaatkan berbagai kanal pengaduan, mulai dari RT/RW hingga aplikasi SSW Alfa. Dedik menegaskan bahwa layanan tersebut tidak dipungut biaya.
“Yang ada hanyalah kewajiban penggantian pohon. Semua informasi teknis bisa diakses melalui SSW Alfa,” jelasnya.
DLH Surabaya juga menerapkan prioritas penanganan terhadap pohon yang berada di lokasi strategis, seperti tepi jalan raya, demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas.
“Penanganan kami fokuskan pada pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat,” pungkasnya. (tas)

