Transformasi digital tidak selalu ditopang oleh kemampuan teknis semata. Hal itu dibuktikan oleh Rizki Amalia Fitri, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil membangun karier di industri teknologi dengan pendekatan berbasis empati. Saat ini, Rizki menjabat sebagai Senior Product Marketing Manager di platform donasi digital Kitabisa.com.
Latar belakang ilmu sosial yang dimilikinya menjadi kekuatan utama dalam memahami perilaku dan kebutuhan pengguna. Sejak menempuh studi Ilmu Komunikasi, Rizki telah menunjukkan ketertarikan pada dunia digital. Ia melihat industri teknologi sebagai ruang yang memungkinkan inovasi tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga berdampak secara sosial.
Dalam perannya sebagai Product Marketing Manager, Rizki bertanggung jawab menjembatani pengembangan produk dengan kebutuhan pasar. Posisi ini menuntut kemampuan analisis, adaptasi, serta pemikiran strategis untuk merancang nilai unik sebuah produk agar relevan dan diminati pengguna. Menurutnya, lulusan ilmu sosial memiliki peluang besar untuk masuk ke industri teknologi karena kemampuan memahami perspektif manusia menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang tepat sasaran.
Bekerja di platform crowdfunding seperti Kitabisa.com menghadirkan tantangan tersendiri. Rizki harus memastikan bahwa inovasi yang dihadirkan tidak hanya efisien secara teknologi, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan publik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penyampaian pesan yang menyentuh secara emosional dengan etika komunikasi, agar tidak terjebak dalam eksploitasi empati.
Dalam proses pengembangan fitur, ia memanfaatkan data dan riset perilaku pengguna sebagai dasar pengambilan keputusan. Pendekatan ini memungkinkan setiap inovasi yang dihadirkan tetap transparan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kredibilitas platform.
Perjalanan karier Rizki juga menunjukkan bahwa transisi dari ilmu sosial ke industri teknologi bukanlah hal yang mustahil. Ia menilai bahwa kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan memiliki integritas merupakan faktor penting dalam menghadapi dinamika industri digital yang terus berkembang.
Selain fokus pada pengembangan karier, Rizki juga membawa nilai personal dalam setiap langkahnya. Ia menekankan pentingnya menjaga empati dan integritas sebagai fondasi utama, terutama dalam industri yang beririsan langsung dengan isu kemanusiaan.
Melalui kiprahnya, Rizki menjadi contoh bahwa inovasi digital dapat lahir dari perspektif humanis. Kombinasi antara pemahaman sosial dan teknologi dinilai mampu menciptakan solusi yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat. (tas)

