Dalam rangka mendukung suksesnya program pemerintah di sektor pertanian dan kelautan, sejumlah tokoh membentuk Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (Peta Nusa).
Ketua Umun Peta Nusa, Bejo Rudiantoro, menerangkan organisasi yang dibentuknya bakal dideklarasikan di Jakarta, 6 Juli 2017. “Sangat mengharapkan dukungan semua pihak,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Tujuan pembentukan Peta Nusa juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan dengan mendorong munculnya jiwa kewirausahaan sosial, terampil, inovatif, dan profesional.
Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berkeyakinan, Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan bangsa dengan mengoptimalkan sektor pertanian dan sumber daya alam (SDA) yang ada.
“Peluang itu ada, karena tekad pemerintahan sekarang juga sangat besar untuk kedaulatan pangan,” sambung Bejo.
Pimpinan Peta Nusa lainnya, Uun Widhi Untoro, pihaknya siap menyinergikan berbagai potensi yang ada untuk menopang kedaulatan pangan dan kesejehteraan petani.
“Dengan kemampuan dan jaringan yang ada, Peta Nusa berupaya agar sinergi tersebut semakin optimal,” tandasnya.
Berdasarkan siaran pers yang diterima rilis.id, pembentukan Peta Nusa yang berasaskan Pancasilan dilakukan oleh sejumlah pegiat petani dan nelayan dalam rapat di Jakarta, 19 Mei silam.
Pada rapat tersebut, juga memutuskan Bejo Rudiantoro dan Uun Widhi Untoro pimpinan. Sedangkan peserta dan penggagas lainnya menjadi Dewan Pendiri Peta Nusa. (ist)

