Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Di Surabaya, Khofifah Paparkan Strategi Pembiayaan Inovatif untuk Perkuat Fiskal Daerah

Di Surabaya, Khofifah Paparkan Strategi Pembiayaan Inovatif untuk Perkuat Fiskal Daerah

PERISTIWA Tiara AS06/02/2026 - 09:24 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi creative financing dan obligasi daerah dalam Sarasehan Nasional MPR RI di Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi pembiayaan inovatif sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah dalam Sarasehan Nasional MPR RI yang digelar di Surabaya, Kamis (5/2).

Dalam forum bertema obligasi daerah tersebut, Khofifah menekankan bahwa meskipun Jawa Timur memiliki kemandirian fiskal yang relatif kuat, tantangan pembiayaan pembangunan tetap membutuhkan terobosan baru yang adaptif dan berkelanjutan.

“Kemandirian fiskal Jawa Timur tercermin dari kontribusi PAD yang mencapai hampir 59 persen. Namun, keberlanjutan pembangunan menuntut inovasi pembiayaan yang tidak semata-mata bergantung pada APBD,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jawa Timur mengembangkan pendekatan creative financing sebagai bagian dari tata kelola keuangan daerah yang modern. Pendekatan ini dibangun melalui tiga pilar utama, yakni optimalisasi pendapatan daerah, peningkatan kualitas belanja, dan pengembangan sumber pembiayaan alternatif.

Berbagai implementasi telah dilakukan, mulai dari kerja sama dengan badan usaha dalam pengelolaan aset daerah, pemanfaatan blended finance untuk sektor pendidikan, hingga optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi penguatan UMKM.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mendorong skema pembiayaan berwawasan lingkungan melalui penerbitan green bond untuk mendukung pengadaan bus listrik Trans Jatim sebagai bagian dari transformasi transportasi publik berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyoroti peluang penerbitan obligasi daerah dan sukuk daerah sebagai instrumen pembiayaan pembangunan infrastruktur produktif. Menurutnya, beberapa daerah di Jawa Timur memiliki potensi fiskal untuk mengembangkan skema tersebut, dengan catatan didukung perencanaan dan asesmen yang matang.

“Pembangunan yang dibiayai obligasi daerah harus berbasis pada pusat pendapatan, bukan semata-mata pusat biaya,” tegasnya.

Ketua Badan Anggaran MPR RI Melchias Markus Mekeng yang turut hadir menilai, obligasi daerah merupakan solusi relevan dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah saat ini. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel agar instrumen tersebut dapat dipercaya publik.

“Ini momentum bagi daerah untuk berani berinovasi dalam pembiayaan pembangunan, selama tetap berada dalam koridor kehati-hatian fiskal,” ujar Mekeng. (tas)

creative financing Jatim fiskal daerah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa obligasi daerah pembangunan Jawa Timur
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.