Penyesuaian anggaran tahun 2026 tidak boleh menjadi penghalang bagi kualitas pelayanan kesehatan jiwa. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono saat memberikan arahan kepada jajaran Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Adhy menilai RS Jiwa Menur telah menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan keterbatasan anggaran. Dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional dan tata kelola anggaran yang baik, rumah sakit rujukan kesehatan jiwa tersebut dinilai mampu menjaga keberlanjutan layanan kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi kinerja RS Jiwa Menur yang tetap solid. Capaian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran,” kata Adhy.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran justru harus menjadi momentum untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan layanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya creative financing sebagai strategi alternatif untuk memastikan program pelayanan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Birokrasi ke depan harus lebih adaptif, inovatif, dan mampu mencari solusi pembiayaan yang bertanggung jawab demi keberlanjutan layanan kesehatan jiwa,” jelasnya.
Adhy juga mengajak seluruh pegawai RS Jiwa Menur untuk mengubah paradigma kerja. Fokus kinerja tidak lagi sebatas pada penyerapan anggaran, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan oleh pasien dan masyarakat luas.
“Yang paling penting adalah hasil dan nilai manfaat layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat. Inilah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” pungkasnya. (tas)
