Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan pengunjung di objek wisata selama libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Salah satu fokus utama pengaturan tersebut adalah kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang diprediksi menjadi destinasi favorit masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat, termasuk Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata.
Menurutnya, puncak lonjakan pengunjung diperkirakan terjadi pada rentang 20 hingga 24 Maret 2026. Oleh karena itu, skema pengaturan parkir dan mobilitas pengunjung telah dipersiapkan sejak dini guna mencegah kemacetan di sekitar area KBS.
Dishub Surabaya telah menyiapkan sejumlah titik parkir alternatif yang akan digunakan untuk menampung kendaraan pengunjung. Lokasi utama yang disiapkan adalah Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) yang memiliki kapasitas cukup besar, yakni sekitar 550 kendaraan roda empat dan 373 kendaraan roda dua.
Apabila kapasitas di TIJ telah penuh, pengunjung akan diarahkan untuk memanfaatkan area parkir tambahan di Surabaya Town Square (Sutos). Skema ini diterapkan sebagai upaya distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik, sehingga arus lalu lintas di sekitar Kebun Binatang Surabaya tetap terkendali.
Tidak hanya itu, Dishub juga menyediakan layanan shuttle bus untuk memudahkan mobilitas pengunjung dari lokasi parkir menuju kawasan wisata. Armada yang digunakan merupakan bus sekolah yang untuk sementara dialihfungsikan selama masa libur Lebaran.
Penggunaan bus sekolah sebagai shuttle dinilai efektif karena pada periode tersebut aktivitas belajar mengajar sedang libur. Layanan antar-jemput ini akan beroperasi secara pulang-pergi, menghubungkan area parkir di Sutos dengan pintu masuk KBS.
Dengan adanya fasilitas shuttle bus ini, pengunjung diharapkan tidak perlu khawatir terkait jarak antara lokasi parkir dan kawasan wisata. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di sekitar lokasi utama wisata.
Dishub Surabaya menegaskan bahwa seluruh skema yang disiapkan bertujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama menikmati libur Lebaran. Selain itu, pengaturan ini juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kemacetan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kota Surabaya optimistis dapat menjaga kelancaran mobilitas warga dan wisatawan, sekaligus memastikan pengalaman berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya tetap aman dan menyenangkan selama musim liburan. (tas)

