Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Dispusip Surabaya Gali Sejarah Ludruk Bersama Cak Kartolo untuk Program Literasi Anak

Dispusip Surabaya Gali Sejarah Ludruk Bersama Cak Kartolo untuk Program Literasi Anak

PERISTIWA Tiara AS14/01/2026 - 10:30 WIB
Dispusip Surabaya mendokumentasikan arsip Cak Kartolo dan menyiapkannya sebagai bahan literasi budaya bagi generasi muda.

Upaya menjaga keberlanjutan kesenian ludruk terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip). Salah satunya diwujudkan lewat kunjungan ke kediaman maestro ludruk Cak Kartolo, Selasa (13/1/2026), guna menggali sejarah hidup dan karya sang seniman untuk penguatan literasi kebudayaan, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.

Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku seni tradisi. Bersama Cak Kartolo dan istrinya, Ning Tini, Dispusip membahas perjalanan panjang ludruk serta nilai-nilai budaya yang dapat diwariskan melalui program literasi.

Menurut Yusuf, kisah hidup Cak Kartolo menyimpan banyak pelajaran tentang ketekunan, kreativitas, dan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, dokumentasi pengalaman sang seniman akan diolah menjadi bahan bacaan dan edukasi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, perpustakaan, dan komunitas literasi.

Dalam kesempatan yang sama, Dispusip juga melakukan alih media arsip pribadi Cak Kartolo. Arsip tersebut meliputi dokumen, foto, naskah, hingga rekaman pertunjukan ludruk sejak 1958 sampai 2025. Seluruh arsip ini dipersiapkan untuk diusulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) tahun 2026.

“Melalui pengarsipan ini, kami ingin memastikan bahwa perjalanan seni dan kontribusi Cak Kartolo dapat diakses oleh publik secara lebih luas dan berkelanjutan,” kata Yusuf. Arsip yang terkumpul nantinya akan didaftarkan dan disimpan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Yusuf menilai, literasi dan budaya merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam pembentukan karakter generasi muda. Dengan mengenal tokoh-tokoh budaya lokal, anak-anak diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun rasa bangga terhadap identitas daerahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Cak Kartolo menyambut baik inisiatif tersebut. Sang seniman menilai perhatian pemerintah terhadap ludruk menjadi langkah penting agar kesenian tradisional tetap relevan dan tidak tergerus perkembangan zaman.

Ke depan, Dispusip Surabaya berencana mengembangkan program literasi kebudayaan berbasis tokoh dan arsip lokal. Program ini diharapkan mampu menjembatani generasi lama dan generasi baru, sekaligus menjaga ludruk tetap hidup sebagai bagian dari keseharian masyarakat Surabaya. (tas)

arsip seniman budaya lokal Cak Kartolo Dispusip Surabaya literasi budaya ludruk Surabaya Memori Kolektif Bangsa
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.