Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Dorong Pembiayaan Ekraf Fashion Muslim

Dorong Pembiayaan Ekraf Fashion Muslim

EKONOMI BISNIS redaksi29/08/2018 - 13:00 WIB

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim dengan sumber pembiayaan perbankan dan non perbankan pada Bekraf Financial Club (BFC) di Hotel Millennium Jakarta.

Financial Club ini memberikan kesempatan pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim menjelaskan the nature of the business dari tahap kreasi, produksi, hingga pemasaran.

Bekraf menghadirkan creative director anemone, Hannie Hananto untuk menjelaskan tahap kreasi; founder gadiza.co.id sekaligus warnahitam.com, Rosie Rahmadi untuk menceritakan tahap produksi, serta creative director PT Sessa Gasimandea, Monika Jufry untuk menginformasikan tahap pemasaran.

“Kontribusi fashion terhadap PDB sektor ekonomi kreatif menduduki posisi kedua setelah kuliner yaitu 18%. Sebagai Negara yang populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia telah cukup lama menjadi rujukan fashion muslim dunia. Kami berharap mitra perbankan dan lembaga keuangan terus mendukung kegiatan Bekraf untuk konsisten mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia,” tutur Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik.

Creative director anemone, Hannie Hananto menjelaskan bahwa tahap kreasi diawali dengan ide desainer membuat karya yang ditampilkan pada sketsa, pemilihan materi, dan pembuatan sample sebelum diproduksi untuk dijual.

Menurut Hannie, koleksi busana muslim yang paling banyak dibeli adalah kerudung yang disusul dengan dress dan tunik dengan warna monokrom. Hannie menambahkan target konsumen desainer fashion muslim di Indonesia adalah anak-anak dan dewasa usia di atas 20 tahun karena pasar remaja sudah dikuasai garmen.

Hannie menginformasikan juga bahwa tren fashion muslim di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sebelum ramadhan dan setelah ramadhan. Penjualan saat ramadhan mencapai lima kali lipat dari hari biasa.

Sehingga, sumber pembiayaan tidak perlu khawatir rugi jika menyalurkan pembiayaan ke pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim.

“Tidak rugi jika perbankan dan non perbankan support kami. Justru potensi pasar paling besar adalah dalam negeri. Jangan sampai yang luar menguasai lokal, karena pasar lokal sangat besar,” ungkap Hannie.

Founder gadiza.co.id sekaligus warnahitam.com, Rosie Rahmadi mengungkapkan proses produksi fashion muslim meningkat saat ada event, misalnya Muslim Fashion Festival (Muffest) Indonesia yang digelar mendekati lebaran idul fitri.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 1000 brand fashion muslim. Rosie menjelaskan bahwa ia mengeluarkan sekitar hampir Rp 400juta untuk menyewa booth, menggelar fashion show saat acara berlangsung, serta marketing.

Rosie meyakinkan sumber pembiayaan yang menghadiri financial club ini bahwa ia mendapatkan profit tiga hingga empat kali lipat pada Muffest. Rosie juga melengkapi koleksinya pada Muffest yaitu pakaian laki-laki dengan model unik serta material yang lebih menyerap keringat.

Untuk pendanaan, Rosie mengakui bahwa diperlukan saat produksi. “Pendanaan produksi, semakin banyak kami memproduksi semakin banyak produk kami tersebar dan makin banyak yang mengenakannya. Hal itu menutup kemungkinan munculnya plagiat pada produk kami,” ucap Rosie.

Creative director PT Sessa Gasimandea, Monika Jufry menginformasikan offline store masih diperlukan bagi desainer fashion muslim Indonesia untuk mempresentasikan karya mereka.

Menurut Monika, faktor yang menentukan lokasi yang dipilih sebagai butik adalah lokasi sesuai dengan produk yang dipasarkan. Adapun kendala memiliki butik adalah biaya operasional yang tidak sedikit. Sehingga, muncul butik bersama untuk meringankan biaya operasional.

Monika menambahkan faktor penentu harga produk, antara lain bahan, elemen yang dipakai, masa pengerjaan, Kompetitor, daya beli, dan target market. Ia juga sedang focus dengan reseller karena pasar Indonesia belum semuanya dijangkau.

Monika menegaskan offline store masih penting. Bahkan hijup (toko online busana muslim) ada offline store di Bandung. “Mungkin tim marketingnya melihat hal ini penting. Desainer masuk ke kelas menengah, tidak murah tapi juga tidak mahal,” ujarnya. (sak)

Surabaya Creative City Forum
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.