Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Dosen UNAIR: Virus Nipah Sudah Ada pada Kelelawar di Indonesia, Warga Diminta Waspada Tanpa Panik

Dosen UNAIR: Virus Nipah Sudah Ada pada Kelelawar di Indonesia, Warga Diminta Waspada Tanpa Panik

PERISTIWA Tiara AS14/02/2026 - 10:26 WIB
Dosen UNAIR ungkap temuan virus Nipah pada kelelawar di Indonesia. Belum ada kasus manusia, masyarakat diminta waspada.

Ahli Biostatistika Epidemiologi dari Universitas Airlangga, Dr. Windhu Purnomo dr MS, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan virus Nipah pada kelelawar di sejumlah wilayah Indonesia.

Temuan tersebut berdasarkan surveilans nasional 2023–2024 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional yang mendeteksi RNA virus Nipah pada empat dari 305 sampel kelelawar buah. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kasus infeksi pada manusia.

“Belum ada kasus manusia di Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” kata Windhu, Jumat (13/2/2026).

Virus Nipah dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi, yakni 45 hingga 80 persen. Gejalanya mirip flu pada tahap awal, namun dapat berkembang menjadi radang otak atau ensefalitis yang berisiko fatal. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin spesifik untuk virus tersebut.

Windhu menyarankan masyarakat menerapkan PHBS, menjaga daya tahan tubuh, serta menghindari konsumsi buah yang telah tergigit kelelawar. Ia juga mendorong fasilitas kesehatan meningkatkan deteksi dini terhadap kasus demam berat disertai gangguan saraf.

Menurutnya, penguatan kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mencegah potensi wabah. Perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat perlu bersinergi dalam riset, edukasi, dan komunikasi risiko.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan ketika kasus sudah terjadi,” ujarnya.

Dengan kewaspadaan kolektif dan sistem surveilans yang kuat, potensi ancaman virus Nipah diharapkan dapat dikendalikan sejak dini. (tas)

BRIN temuan Nipah Dosen Unair ensefalitis kelelawar codot kesehatan masyarakat Jatim Virus Nipah Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.