Enam Anggota TNI Jadi Tersangka
KOMUNITAS PERISTIWA

Enam Anggota TNI Jadi Tersangka

Denpom IV/4 Surakarta resmi menaikan status kasus penganiayaan kepada relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali ke tingkat penyidikan. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pengembangan kasus. “Sudah naik penyidikan,” kata Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison kepada wartawan, Selasa (02/01).

Dalam perkara ini, penyidik militer telah menetapkan 6 orang tersangka. Namun, Richard belum merinci pasal yang disangkakan kepada para pelaku. “Saya belum dapat info dari penyidik POM,” jelasnya.

Sebelumnya, proses pengusutan kasus penganiayaan kepada ralawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD masih berjalan. Sejauh ini terduga pelaku penganiayaan sudah mengerucut kepada 6 orang.

“Berdasarkan alat bukti yang diperoleh dan keterangan para terperiksa, saat ini penyidik Denpom IV/4 Surakarta telah mengerucutkan 6 orang pelaku,” kata Kapendam IV Dipenogoro Kolonel Inf Richard Harison kepada wartawan, Selasa (2/1).

Keenam pelaku ini yakni Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F dan Prada M. Penyelidikan lebih lanjut pun tengah dijalankan kepada mereka. “Sampai dengan saat ini Penyidik Denpom IV/Surakarta masih bekerja untuk terus mengungkap dan mengembangkan proses penyelidikan dan penyidikan,” jelas Richard.

“Proses hukum mulai dari POM, Odmil sampai dengan Dilmil berjalan secara independen, pihak TNI maupun Kodam IV/Dip tidak bisa melakukan intervensi,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyepakati apa yang disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa terkait kekerasan terhadap relawan oleh oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah.

Dimana sebelumnya, Andika tak sepakat jika disebut ada kesalahpahaman, melainkan menduga memang ada penyerangan berdasarkan video yang beredar.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Andika Perkasa itu sudah senapas dengan kami, karena kita melihat kebenaran pasti akan terungkap. Bagaimana ada kekhawatiran yang berlebihan dari mereka yang mendukung Pak Prabowo terhadap pasangan Pak Ganjar-Prof Mahfud MD,” kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (02/01).

Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud ini mengutuk keras, apa yang terjadi di Boyolali dan kekerasan terhadap Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Muhandi Mawanto.

“Inilah yang kami kutuk. Demokrasi itu harus didasarkan pada nilai-nilai yang baik. Tidak bisa demokrasi didasarkan pada nilai-nilai “etik ndasmu’, tidak bisa. Tetapi harus didasarkan pada kebenaran di dalam nurani itu,” tegas Hasto.

Dia pun melihat sisi kemanusiaan dari sosok Ganjar Pranowo yang ditemani istrinya Siti Atikoh untuk menengok relawannya yang mengalami kekerasan tersebut. Hasto berharap, tak ada kejadian serupa terlebih di Pemilu 2024 ini.

“Kami berharap hal itu menjadi pelajaran kita yang terbaik. Tidak boleh terjadi lagi aparat TNI-Polri, dan aparat Presiden. Negara harus, harus, haruslah netral, terlebih Panglima TNI dan Kapolri juga sudah menandatangani deklarasi damai pakta integritas terhadap satu kesatuan antara pernyataan dan perbuatan,” ucap Hasto.

“Ini yang kami harapkan, sehingga dengan rekam jejak sejarah TNI dan Polri yang luar biasa, kami percaya sebagai institusi akan netral, hanya ada oknum-oknum yang memiliki loyalitas buta,” sambungnya. (gp)