Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat peran tenaga kesehatan hewan di daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman penyakit pada ternak.
Bimtek yang berlangsung selama dua hari di Gedung Pertemuan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti oleh paramedik veteriner, dokter hewan, serta praktisi klinik hewan. Fokus utama kegiatan ini adalah memperdalam pemahaman peserta terhadap penanganan penyakit hewan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi sekaligus risiko kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, FKH UNAIR menghadirkan sejumlah pakar untuk membahas tiga isu utama, yakni penyakit viral, infeksi parasiter, dan zoonosis. Ketiga aspek ini dinilai menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan sektor peternakan.
Prof Dr Suwarno menjadi salah satu narasumber yang menyoroti ancaman penyakit viral pada ternak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Peste des Petits Ruminants (PPR). Ia menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi mengingat karakteristik penyebaran penyakit viral yang sangat cepat dan sulit dikendalikan jika tidak ditangani sejak dini. Peran tenaga kesehatan hewan dinilai krusial dalam mendeteksi gejala awal serta melakukan langkah penanganan yang tepat di lapangan.
Sementara itu, Prof Dr Lucia Tri Suwanto memberikan perhatian pada penyakit parasiter yang kerap luput dari perhatian. Ia menjelaskan bahwa infeksi parasit dapat menurunkan produktivitas ternak secara signifikan meskipun gejalanya tidak selalu terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, pengelolaan pemeliharaan yang baik serta pemahaman terhadap siklus hidup parasit menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian.
Topik zoonosis turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Prof Dr Mustofa Helmi Effendi menekankan bahwa penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia memerlukan penanganan lintas sektor. Ia menilai pendekatan terpadu antara kesehatan hewan dan kesehatan manusia menjadi kunci dalam mencegah penyebaran penyakit zoonotik di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FKH UNAIR berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan hewan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi kesehatan publik. Pendekatan berbasis edukasi dan praktik lapangan diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini serta respons terhadap potensi wabah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan. Dengan tenaga kesehatan hewan yang kompeten, produktivitas ternak di daerah diharapkan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Kegiatan Bimtek ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan hewan yang tangguh. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika penyakit hewan yang semakin kompleks di masa mendatang. (ita)

