Ganjar Dinilai Kuasai Panggung Debat Capres
KOMUNITAS PERISTIWA

Ganjar Dinilai Kuasai Panggung Debat Capres

Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dinilai sukses menguasai panggung debat capres yang digelar KPU, pada Selasa (12/12). Pemaparan Ganjar menjawab pernyataan dari rivalnya, yakni Anies Baswedan dan Prabowo Subianto sangat tegas dan substansial.

“Secara keseluruhan saya melihat bahwa yang paling unggul di dalam debat kemarin adalah 03. Jawaban-jawabannya tegas, pernyataannya membumi, karena berdasarkan hasil rangkaian perjalanan sewaktu kampanye,” kata pengamat komunikasi politik Ari Junaedi, Kamis (14/12).

Ia menjelaskan, Ganjar tidak hanya menunjukan gagasannya kepada publik, namun juga menunjukan kinerjanya yang selama ini sudah dilakukan. Pengalaman Ganjar, dua periode di DPR RI dan dua periode menjabat Gubernur Jateng, menjadikannya capres yang paling mempunyai kapasitas dan tepat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.

“Kalau 03 ini dibandingkan dengan yang lain, dia mempunyai penguasaan dalam hal data. Nah, kalau 02 ini kan tidak bermain data. Hanya bermain sesuai dengan pertanyaan yang disiapkan sehingga dengan mudah terjawab, baik 02 maupun 01,” ucap Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama ini.

Selain mengutarakan gagasan dan visi misinya, Ganjar juga mampu mengangkat isu di kalangan masyarakat, sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Misalnya, saat sedang kampanye di Merauke, Ganjar bertemu pendeta yang merangkap menjadi tenaga kesehatan.

“Ini menunjukkan bahwa yang paling paham persoalan adalah 03. Dan yang menariknya ketika 03 menyampaikan data gitu ya, bahwa potensi korupsi selama 10 tahun ini ada sekitar di angka Rp 230 triliun yang sebanding jika dipakai untuk membangun 27 ribu puskesmas, gitu kan? Nah, ini kan kuatnya data yang dimiliki oleh 03,” ucap Ari.

Ia menyimpulkan, berdasarkan jalannya debat itu, jawaban yang disampaikan capres 02 Prabowo Subianto terkait dengan cara penyelesaian konflik di Papua.

Menurutnya, persoalan di Papua tidak hanya sekadar masalah keamanan, namuan juga masalah ketimpangan, ketidakadilan, dan masalah pembangunan yang belum merata.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut permasalahan konflik di Papua sangat rumit, karena melibatkan gerakan separatisme, terorisme dan adanya campur tangan asing.

Ia menyebut, dengan menambah atau memperkuat aparat, persoalan di Papua tidak akan pernah selesai, dan justru akan menjadi lingkaran setan yang tidak ada ujungnya. Sementara, Ganjar menyampaikan solusi yang lebih tepat dengan mengedepankan dialog untuk menyelesaikan konflik di Papua.

“Nah, ini kan kita gagal melihat yang ditampilkan oleh capres 02 gitu ya. Khusus 01 ini juga lebih banyak pada retorika yang lebih banyak kata-kata atau kalimat-kalimat manis dibandingkan praktiknya,” tegas Arie.

Sebagai mantan akademisi, lanjut Ari, wajar jika capres 01 pandai dalam merangkai kata-kata. Namun, dari segi pengalaman memimpin, Anies baru satu periode memimpin DKI Jakarta.

Sedangkan, Ganjar Pranowo lebih berpengalaman, karena pernah dua periode di legislatif dan dua periode di ekesekutif.

“Jadi, menurut saya memang dari seluruh rangkaian debat sampai topik-topiknya, 03 memang sangat menguasai persoalan. Jadi kalau di ranking memang 03, 01, dan 02. Kalau saya menilainya sebagai dosen tuh seperti itu juga,” pungkasnya. (gp)