Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Grebeg Bhinneka Merawat Keberagaman

Grebeg Bhinneka Merawat Keberagaman

SENI BUDAYA redaksi27/12/2017 - 11:00 WIB

Tulungagung diyakini sebagai kota yang menyimpan jejak-jejak sejarah kegemilangan masa lalu Nusantara. Kota ini termasuk salah satu ‘surga’ arkeologi di Jawa Timur. Hal yang paling menonjol dari bukti-bukti arkeologis tersebut adalah, adanya sintesis-mistis antar-agama dari zaman ke zaman.

Sintesis-mistis itu dibuktikan oleh banyaknya candi dan warisan arkeologi lain yang memadukan simbol dan ornamen Hindu-Buddha. Bahkan, kehadiran Islam dianggap tidak mengusik warisan arkeologi yang ditinggalkan oleh dua agama pendahulu tersebut, tetapi merestorasinya.

Bukti-bukti tersebut juga menguatkan keyakinan bahwa, di masa lalu Tulungagung merupakan kawasan yang dibangun sebagai wilayah spiritual bagi banyak agama. Sebagian besar masyarakat Tulungagung meyakini bahwa pematangan ajaran Bhinneka Tunggal Ika di masa lalu, salah satunya, terjadi di kawasan ini.

Argumentasi ini juga dikaitkan dengan keberadaan pendharmaan Sri Gayatri Rajapatni di kawasan Boyolangu. Ratu Majapahit tersebut dianggap sebagai figur sentral yang menggali dan mewariskan ajaran spiritualitas bhinneka tunggal ika hingga masa kegemilangan Majapahit di tangan cucunya, Hayam Wuruk.

Keyakinan ini dilegitimasi oleh hasil penelitian Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung bertajuk, “Melacak Jejak Spiritualitas Bhinneka Tunggal Ika dan Visi Penyatuan Nusantara di Bumi Tulungagung”.

Hasil penelitian tersebut menegaskan bahwa, di masa lalu kota ini merupakan kawasan spiritual, tempat digali dan dimatangkan dua ajaran sekaligus, yakni ajaran Bhinneka Tunggal Ika dan Cakrawala Mandala Nusantara. Ajaran yang disebut kedua merupakan ajaran tentang penyatuan mandala-mandala di seluruh Nusantara.

Melalui berbagai kegiatan Sarasehan dan Diskusi, seluruh elemen masyarakat Tulungagung akhirnya berinisiatif untuk mewujudkan Grebeg Bhinneka Tunggal Ika. Grebeg bukan sekadar festival kebudayaan.

Tetapi juga cara masyarakat Tulungagung menandai dan meneguhkan identitas sebagai penyokong ajaran Bhinneka Tunggal Ika yang diwariskan dari zaman ke zaman. Melalui acara ini, mayarakat juga menyerukan spirit Bhinneka Tunggal Ika itu harus tetap menjadi identitas nasional Indonesia.

Ketua Panitia Grebeg Bhinneka Tunggal Ika, Akhol Firdaus menyebutkan kegiatan Grebeg Bhinneka Tunggal Ika yang dihelat pada Selasa (26/12) itu dikonsentrasikan di halaman kampus IAIN Tulungagung dan di lokasi Candi Gayatri Boyolangu. Acara dimulai dengan parade kesenian lokal dan orasi kebudayaan yang melibatkan tokoh-tokoh nasional.

“Puluhan organisasi lintas agama/keyakinan terlibat dalam acara ini. Puluhan kelompok kesenian tradisional juga menjadi bagian dari acara,” kata Ketua Pusat Studi Islam Jawa IAIN Tulungagung ini.

Orasi kebudayaan melibatkan Prof Dr Hariyono (UKP-PIP), Eva K Sundari (Kaukus Pancasila DPR RI), Dr Maftukhin (Rektor IAIN Tulungagung), Supriono (Ketua DPRD Tulungagung), Kusnadi (DPRD Jawa Timur), dan Naen Soeryono (Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia).

Agenda Grebeg diharapkan mampu menjadi saran untuk melestarikan wawasan Bhinneka Tunggal Ika sebagai ajaran yang diwariskan dari generasi ke generasi dan telah membuktikan dirinya sebagai pondasi kebangsaan Indonesia modern. “Juga memupuk kebanggaan dan rasa memiliki terhadap warisan sejarah Nusantara kepada masyarakat lintas generasi,” pungkas Akhol Firdaus. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.