Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp16.118.700.000 bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Bupati Probolinggo pada Senin (23/2/2026) sebagai bagian dari upaya penguatan perlindungan sosial dan percepatan pemulihan ekonomi pasca bencana banjir.
Khofifah menyampaikan bahwa bansos yang disalurkan mencakup dua skema utama, yakni bantuan sosial bersifat perlindungan (charity) serta bantalan ekonomi untuk mendorong kemandirian dan pemulihan ekonomi masyarakat rentan. Menurutnya, intervensi tersebut dirancang untuk mempercepat proses pemulihan (economic recovery), khususnya bagi warga terdampak banjir yang melanda lima kecamatan sejak Sabtu (21/2) malam.
Total bantuan tersebut disalurkan melalui dua perangkat daerah dan satu BUMD. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengalokasikan Rp8.650.700.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Rp7.443.000.000, serta BUMD Provinsi Jawa Timur Rp25.000.000 dalam bentuk zakat produktif.
Dari Dinas Sosial, bantuan terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp6.560.000.000 untuk 3.280 keluarga. Selain itu, bantuan kemiskinan ekstrem senilai Rp412.500.000 diberikan kepada 275 jiwa, serta bantuan bagi penyandang disabilitas sebesar Rp849.600.000 untuk 236 penerima. Terdapat pula bantuan KIP Putri Jawara Rp300.000.000 bagi 100 penerima dan KIP PPKS Jawara Rp15.000.000 untuk lima penerima. Dukungan operasional bagi pilar sosial seperti SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana mencapai Rp513.600.000.
Sementara itu, zakat produktif dari BUMD Provinsi Jawa Timur senilai Rp25.000.000 disalurkan kepada 50 penerima untuk mendukung pengembangan usaha mikro. Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Dari sektor pemberdayaan desa, bantuan meliputi program Bumdesa dan Desa Berdaya masing-masing Rp100.000.000 untuk satu desa, Jatim Puspa Rp604.500.000 untuk tiga desa, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa sebesar Rp6.638.500.000 untuk 38 desa. Skema ini diharapkan memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di tingkat desa.
Khofifah berharap bansos dan bantalan ekonomi tersebut dapat membantu masyarakat Probolinggo, khususnya di Kecamatan Kraksaan, Kotaanyar, Gading, Krejengan, dan Besuk, agar segera bangkit dari dampak banjir.
Salah satu penerima bantuan asistensi penyandang disabilitas, Maimunah (38), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, termasuk membeli susu untuk anaknya. (tas)

