Mengawali kalender kerja tahun 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung tancap gas dengan meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana 38 sekolah SMA, SMK, dan SLB di wilayah Malang Raya. Peresmian digelar di Halaman SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (2/1/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta perwakilan kepala sekolah penerima program.
Sebanyak 38 sekolah tersebut terdiri dari 23 SMK negeri dan swasta dengan sembilan menu bantuan, 12 SMA negeri dan swasta dengan sembilan menu bantuan, serta tiga SLB negeri dengan tujuh menu bantuan. Program ini mencakup rehabilitasi dan revitalisasi berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Sejumlah sekolah penerima program antara lain SMKN 2 Singosari, SMKN 12 Malang, SMKN 13 Malang, SMKN 1 Kepanjen, SMAN 3 Malang, SMAN 6 Malang, SMAN 7 Malang, SMAN 8 Malang, SMAN 10 Malang, SMAN 1 Lawang, serta berbagai SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta lainnya di Kota dan Kabupaten Malang.
Gubernur Khofifah menegaskan, program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik.
“Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah menyiapkan sarpras yang lebih layak serta menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik,” ujar Khofifah.
Ia menyampaikan bahwa program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan mutu pendidikan, serta visi Nawa Bhakti Satya melalui Program Jatim Cerdas, yang menekankan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Menurut Khofifah, sebagian besar bantuan difokuskan pada perbaikan fasilitas dasar seperti toilet dan sanitasi, ruang kelas, hingga laboratorium. Ia menilai fasilitas pendukung, termasuk kamar mandi sekolah, merupakan bagian penting dari mutu layanan pendidikan.
“Ini sebagian besar antara lain untuk kamar mandi atau toilet. Kita berharap seluruh sekolah kualitas sarprasnya makin membaik,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh kepala sekolah dan insan pendidikan untuk bergerak cepat di awal 2026, khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan SDM Jawa Timur.
“Kita ingin pastikan di awal 2026 ini Pemprov Jatim siap tancap gas dan gercep, terutama sektor pendidikan,” tegasnya.
Tak hanya menekankan pembangunan fisik, Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
“Bukan hanya fisik, yang lebih ingin kita kuatkan adalah pendidikan karakter. Pemimpin berkarakter akan terlahir dari proses pendidikan yang baik,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan 100 sarung dan mukena kepada SMKN 2 Singosari, bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa kurang mampu masing-masing sebesar Rp1 juta, serta bantuan sembako kepada petugas kebersihan dan penjaga sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan langkah transformasi pendidikan agar semakin berdampak nyata.
“Ini adalah lompatan transformasi pendidikan Jawa Timur agar proses belajar mengajar berlangsung aman, nyaman, dan berkualitas,” kata Aries.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap berkomitmen melanjutkan perbaikan sarana prasarana sekolah, meskipun di tengah efisiensi anggaran.
“Masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan, tambahan ruang kelas, dan alat praktik. Karena itu, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (tas)
