Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi prioritas utama saat bencana terjadi. Ia memastikan seluruh perangkat daerah bergerak aktif untuk menjaga keselamatan warga dan meminimalkan dampak banjir.
“Saya ingin memastikan kondisi warga dan memastikan negara hadir bersama masyarakat. Pemerintah tidak tinggal diam dan terus bekerja agar penanganan berjalan optimal,” ujar Khofifah di sela peninjauan.
Banjir di Lamongan dipicu hujan berintensitas tinggi sejak pertengahan Desember 2025 yang diperparah oleh kiriman air dari Waduk Gondang. Kondisi tersebut meningkatkan debit Sungai Bengawan Jero dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Deket.
Di kecamatan ini, banjir berdampak pada empat desa, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Tercatat sebanyak 538 rumah terdampak dengan ketinggian air rata-rata 5–10 sentimeter, sementara genangan di jalan desa mencapai 10–26 sentimeter. Hingga Sabtu, kondisi dilaporkan relatif stabil.
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 30 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Khofifah menyebut langkah tersebut penting sebagai antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Tidak ada korban jiwa dan pengungsi, ini patut disyukuri. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga karena potensi hujan masih tinggi,” tegasnya.
Berdasarkan data BMKG Juanda, curah hujan pada Januari 2026 diperkirakan meningkat signifikan hingga 58 persen dibanding Desember 2025. Menyikapi hal itu, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung sejak 5 Desember 2025.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Jatim menyalurkan 200 paket sembako dan bantuan logistik lainnya, baik pangan maupun nonpangan, untuk warga terdampak banjir di Lamongan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat. (tas)
