Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung progres rekonstruksi dua jembatan di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pacitan, Senin (22/12). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan konektivitas dan mobilitas masyarakat berjalan optimal pascabencana.
Dua jembatan yang ditinjau meliputi Jembatan Lingkungan Dusun Kwaron dan Jembatan Dusun Tambaan. Keduanya memiliki fungsi strategis sebagai penghubung utama aktivitas sosial, ekonomi, serta akses pertanian masyarakat desa.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jembatan dan jalan lingkungan, menjadi prioritas Pemprov Jawa Timur dalam mendukung pemulihan wilayah rawan bencana.
“Konektivitas adalah kunci pergerakan ekonomi dan aktivitas sosial warga. Rekonstruksi ini kita percepat sekaligus kita pastikan kualitas dan kekuatannya agar aman dan berkelanjutan,” tegas Khofifah.
Ia menambahkan bahwa setiap pembangunan pascabencana harus dirancang dengan spesifikasi teknis yang mampu menjawab tantangan kondisi alam, khususnya di wilayah selatan Jawa Timur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Rekonstruksi Jembatan Lingkungan Dusun Kwaron dilaksanakan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025. Jembatan ini memiliki bentang 12 meter dan lebar 3 meter dengan konstruksi baja komposit. Nilai kontraknya mencapai Rp561,7 juta dengan masa pelaksanaan 17 November–31 Desember 2025.
Sementara itu, Jembatan Dusun Tambaan direkonstruksi melalui pendanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 oleh BPBD Jatim dengan nilai Rp271,7 juta. Jembatan ini sebelumnya ambruk akibat hujan ekstrem pada Desember 2024 yang memutus akses sekitar 700 KK, terutama petani.
Jembatan tersebut dirancang dengan beton bertulang dan girder baja WF, mampu menahan beban hingga 20 ton, serta diperkuat dengan sayap pasangan batu pada abutmen.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penentuan prioritas pembangunan infrastruktur.
“Dalam Nawa Cita Jatim ada Jatim Akses. Ini implementasi nyata. Kita bangun komplementaritas dengan daerah agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Jawa Timur berkomitmen melanjutkan pemerataan pembangunan hingga wilayah selatan sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (tas)

