Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Guru Besar FST UNAIR Kembangkan Aenose, Inovasi AI untuk Deteksi Kesegaran Daging

Guru Besar FST UNAIR Kembangkan Aenose, Inovasi AI untuk Deteksi Kesegaran Daging

PERISTIWA Tiara AS13/12/2025 - 10:35 WIB
Guru Besar FST UNAIR mengembangkan Aenose, alat berbasis AI untuk mendeteksi kesegaran daging secara cepat, akurat, dan tanpa merusak bahan.

Inovasi di bidang teknologi pangan terus dikembangkan oleh Universitas Airlangga (UNAIR). Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, S.Si., M.Si., mengembangkan Aenose, sebuah alat deteksi dini kesegaran bahan pangan, khususnya daging, berbasis Artificial Intelligence (AI).

Aenose dirancang sebagai solusi praktis untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri dalam memastikan keamanan serta kualitas bahan pangan. Inovasi ini mengadaptasi konsep Electronic Nose (E-Nose) atau hidung elektronik, yakni teknologi yang meniru cara kerja indra penciuman manusia dalam mendeteksi bau.

Terinspirasi Teknologi E-Nose

Prof. Suryani menjelaskan bahwa pengembangan Aenose bermula dari ketertarikannya terhadap keberhasilan E-Nose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sebelumnya digunakan untuk deteksi dini COVID-19.

“Kami tertarik mengaplikasikan E-Nose atau Artificial Nose untuk deteksi dini bahan pangan, khususnya dalam mengidentifikasi tingkat kesegaran daging,” ujarnya.

Setelah melakukan benchmarking dengan penemu E-Nose UGM, Prof. Drs. Kuwat Triyana, M.Si., Ph.D., Prof. Suryani bersama mahasiswa pascasarjana UNAIR mengembangkan sistem tersebut menjadi Aenose. Perangkat ini dilengkapi sensor TGS dan sensor MQ yang dikembangkan secara khusus untuk mendeteksi proses pengawetan serta pembusukan bahan pangan.

Akurat, Cepat, dan Non-Destruktif

Keunggulan utama Aenose terletak pada kemampuannya mendeteksi kesegaran daging secara cepat, portabel, dan non-destruktif, sehingga tidak merusak bahan yang diuji. Berdasarkan hasil pengujian, Aenose mampu mengklasifikasikan daging segar dan tidak segar dengan tingkat akurasi mencapai 90 persen.

“Berbeda dengan penciuman manusia yang bersifat subjektif dan dipengaruhi kondisi kesehatan, Aenose menggunakan sistem sensor array untuk mendeteksi berbagai senyawa volatil dari hasil metabolisme daging atau aktivitas bakteri,” jelas Prof. Suryani.

Sinyal bau yang terdeteksi kemudian dikonversi menjadi sinyal listrik dan dianalisis menggunakan komputasi kecerdasan buatan untuk menentukan status kesegaran daging secara objektif dan presisi.

Tantangan Pengembangan dan Hilirisasi

Dalam proses pengembangannya, Prof. Suryani mengakui adanya sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan komponen elektronik dan sensor yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

“Tantangan utamanya adalah ketersediaan bahan. Kami harus mencari alternatif komponen lain yang setara atau bahkan memiliki kualitas lebih baik,” ungkapnya.

Meski demikian, upaya hilirisasi terus dilakukan. Saat ini, pengembangan Aenose telah menjalin kerja sama dengan mitra industri, PT Sarandi Karya Nugraha, yang bergerak di bidang alat kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses komersialisasi dan pemanfaatan Aenose secara luas.

Selain Aenose, Prof. Suryani juga tengah mengembangkan sejumlah inovasi lain, seperti Skinolaser untuk mempercepat penyembuhan luka pascaoperasi yang kini memasuki tahap uji klinik, serta laser perikanan untuk mendukung budidaya ikan.

Dorong Inovasi Generasi Muda

Prof. Suryani berpesan kepada dosen muda dan mahasiswa agar tidak ragu berinovasi dan tetap konsisten dalam penelitian. Ia menekankan pentingnya menyusun roadmap penelitian yang berangkat dari permasalahan nyata di masyarakat.

“Jangan takut mencoba. Proses inovasi selalu diwarnai tantangan dan kegagalan, tetapi dari situlah kita belajar dan memperbaiki konsep,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan dasar teknis, pembaruan pengetahuan sesuai perkembangan teknologi, serta kolaborasi lintas disiplin dengan industri.

“Generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki banyak ide kreatif. Teruslah bermimpi, konsisten, dan miliki semangat untuk memberi manfaat. Inovasi yang baik bukan hanya canggih, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (tas)

Aenose artificial intelligence pangan deteksi kesegaran daging e-nose Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR inovasi dosen UNAIR inovasi UNAIR teknologi pangan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.