Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»H-Flory, Pengering Hasil Panen

H-Flory, Pengering Hasil Panen

PERISTIWA redaksi09/08/2017 - 12:00 WIB

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduk berpencaharian sebagai petani. Melimpahnya hasil panen setiap tahun membuat produksi tak optimal karena sebagian membusuk. Hal ini membuat lima mahasiswa ITS menggagas mesin pengering untuk mengawetkan hasil panen hortikultura berbasis smartphone.

Alat ciptaan lima mahasiswa Teknik Fisika ini kemudian diberi nama Horticultura Fluid Flow Drier (H-FLORY). Alat ini dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban sebagai komponen sistem otomasi. Kelima mahasiswa penggagas ide tersebut yakni Achmad Syarif Hidayat, Akhmad Ibnu Hija, Indra Yogi Prayuga, Sapto Wahyu Sudrajat, dan Windy Rizqia Arsy berasal dari Departemen Teknik Fisika.

Selama ini petani di Indonesia menggunakan metode pengeringan secara konvensional dengan kendala klim. Telah banyak muncul solusi dari permasalahan iklim seperti pembakaran biasa, oven, maupun yang bersistem otomasi canggih. “Namun inipun masih tidak hemat energi,” ujar Achmad Syarif H, ketua tim.

Dalam pengoperasiannya, pengaturan suhu dan kelembaman antarjenis tanaman tidak sama. Karena itu alat diatur secara khusus untuk jenis tanaman tertentu. Seperti, cabai hanya boleh dipanaskan pada suhu 60 derajat celcius.

Data tersebut telah tersimpan pada smartphone yang telah tehubung dengan bluetooth. Dari aplikasi yang telah disediakan, pengguna cukup mengoperasikan sesuai jenis tanaman dan suhu yang diinginkan.

Pengering konvensional membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari. Sedangkan H-FLORY mampu mengeringkan hingga delapan kilogram produk dalam waktu 12 jam. Dikatakan hemat energi, karena alat ini hanya memerlukan 1,5 kilogram gas untuk menyuplai api. “Alat kami dilengkapi dengan control box yang dapat memonitor suhu dan kelembaban didalamnya,” ungkap Achmad.

Achmad menambahkan, alat tersebut dapat mengalirkan panas secara merata meski memiliki bentuk rak bersusun dengan dimensi 50x50x50 cm. “Desain tersebut dapat memberikan kualitas yang sama pada semua tingkatan,” pungkasnya pada ITS Online. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.