Tiga dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menciptakan terobosan di bidang kesehatan melalui alat inovatif bernama Hand-Held Dynamometer atau Handem. Alat portabel ini dirancang untuk mendeteksi dini serta membantu rehabilitasi penyakit hipertensi dan stroke, cukup dengan mengukur kekuatan otot tubuh manusia.
Muchamad Arif Al Ardha, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa Handem memanfaatkan prinsip kinetika gerak untuk mengukur gaya otot secara praktis. “Kekuatan otot berkaitan erat dengan tekanan darah, ketidakseimbangan bisa jadi sinyal awal gangguan kardiovaskular,” ujarnya kepada RRI, Sabtu (12/04).
Yang membuat Handem istimewa adalah kemudahannya, yakni bisa digunakan di rumah, sekolah, bahkan di lapangan. “Kami ingin alat ini mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat tanpa perlu alat rumit atau laboratorium,” ujar Ardha.
Proyek ini merupakan hasil riset dua tahun melalui skema Kedaireka, berkolaborasi dengan mitra industri Cahaya Berkah Gusti. Mulai dari prototipe hingga uji validasi dilakukan di Surabaya dan Sidoarjo, mencakup berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan olahraga.
Bahkan, Handem telah diperkenalkan di tingkat internasional. Alat ini mendapat sambutan hangat dari ASEAN Council of Physical Education and Sport saat dipamerkan di ajang International Conference on Physical Education di Malaysia tahun 2024.
Namun, perjalanan Handem belum selesai. Meski siap diproduksi massal, keterbatasan dana masih menjadi tantangan utama. “Kami butuh dukungan agar Handem tak hanya jadi karya lokal, tapi juga solusi global. Lebih dari sekadar alat, Handem membawa harapan baru dalam mendeteksi hipertensi secara cepat dan terjangkau,” ujarnya menjelaskan.
Inovasi ini tak hanya membuka akses kesehatan yang lebih luas, tetapi juga mengukuhkan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia berharap Handem mendapat support sehingga bisa menjadi produk Indonesia yang mendunia. (ant)

