Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Hardiknas 2026 di Grahadi Dimeriahkan Konvoi Kendaraan Listrik Karya Siswa SMK, Khofifah Soroti Kesiapan Vokasi Hadapi Industri Masa Depan

Hardiknas 2026 di Grahadi Dimeriahkan Konvoi Kendaraan Listrik Karya Siswa SMK, Khofifah Soroti Kesiapan Vokasi Hadapi Industri Masa Depan

PERISTIWA Tiara AS08/05/2026 - 10:29 WIB
Konvoi kendaraan listrik karya siswa SMK meriahkan Hardiknas 2026 di Grahadi. Khofifah menyebut inovasi tersebut bukti kesiapan vokasi Jatim menghadapi industri masa depan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berlangsung meriah dengan pameran dan konvoi kendaraan listrik hasil karya siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur, Kamis (8/5/2026).

Puluhan kendaraan listrik berupa mobil dan sepeda motor hasil inovasi siswa bersama guru SMK tampil dalam konvoi yang menarik perhatian jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur serta tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai karya para siswa SMK tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan perkembangan industri otomotif berbasis energi ramah lingkungan.

Menurut Khofifah, kemampuan siswa SMK dalam menghasilkan kendaraan listrik menunjukkan adanya kompetensi teknologi dan kreativitas yang berkembang di lingkungan pendidikan vokasi.

“Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang membanggakan. Kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan industri masa depan,” ujar Khofifah.

Ia juga menyebut pengembangan kendaraan listrik memiliki relevansi dengan upaya transisi energi nasional menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan siswa SMK dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission 2060 melalui pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.

“Ini menjadi dorongan semangat menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana energi fosil dapat dikonversi menjadi energi nonfosil, dan langkah itu sudah mulai dilakukan oleh anak-anak SMK,” katanya.

Khofifah menjelaskan bahwa pameran kendaraan listrik sengaja ditampilkan pada momentum Hardiknas untuk memperlihatkan kepada masyarakat luas mengenai kemampuan siswa SMK di bidang teknologi otomotif.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terus berinovasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan dunia industri.

“Karya kendaraan listrik ini dipamerkan agar masyarakat mengetahui bahwa siswa SMK memiliki kemampuan luar biasa. Harapannya, mereka semakin termotivasi untuk berkarya dan semakin banyak industri yang bersinergi dengan sekolah,” tuturnya.

Selain sebagai bentuk inovasi pendidikan, pengembangan kendaraan listrik di SMK juga dinilai menjadi kontribusi generasi muda dalam mendukung transformasi energi hijau dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Khofifah mengungkapkan bahwa beberapa kendaraan listrik hasil karya SMK mulai mendapatkan perhatian dari kalangan industri untuk dikembangkan lebih lanjut.

Ia juga menyampaikan bahwa tingkat komponen dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik tersebut rata-rata telah mencapai sekitar 50 persen.

“Sebagian besar komponennya sudah menggunakan produk dalam negeri. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih berasal dari impor,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan industri yang bergerak cepat dan dinamis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa momentum Hardiknas tidak hanya menjadi peringatan tahunan di bidang pendidikan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan hasil konkret pembelajaran siswa.

Ia menilai hasil karya kendaraan listrik yang dipamerkan menunjukkan bahwa keterampilan siswa SMK telah berkembang hingga mampu menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar dan industri.
“Yang dibuat para siswa bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah dapat digunakan oleh pasar,” kata Aries.

Ia menjelaskan bahwa dari total 481 SMK dengan jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik. Pengembangan tersebut mencakup pembuatan kendaraan listrik baru maupun konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

Menurut Aries, pengembangan tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran di SMK berjalan secara aplikatif dan terhubung dengan perkembangan teknologi industri otomotif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa siswa SMK belajar dengan serius dan mampu menghasilkan produk yang inovatif,” ujarnya.

Ia juga menyebut beberapa SMK telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang baru bagi pendidikan vokasi dalam membangun kerja sama dengan industri sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam dunia kerja nyata.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi pendidikan vokasi. Anak-anak SMK tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan industri,” tegasnya.

Dalam pameran Hardiknas 2026 tersebut, sejumlah sekolah menampilkan hasil inovasi kendaraan listrik mereka. Di antaranya adalah SMK Wijaya Putra Surabaya yang memamerkan lima unit sepeda motor listrik hasil konversi.

Selain itu, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo menampilkan satu sepeda motor listrik dan satu buggy listrik. Sementara SMK Antartika 1 Sidoarjo menghadirkan satu mobil listrik.

Sekolah lainnya yang turut berpartisipasi ialah SMK Krian 2 Sidoarjo dengan satu unit sepeda motor listrik dan SMK Senopati Sedati Sidoarjo yang juga menampilkan sepeda motor listrik karya siswa.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur yang terdiri atas 101 SMK negeri dan 380 SMK swasta. Dari jumlah tersebut, wilayah Surabaya memiliki 37 SMK otomotif, sedangkan Kabupaten Sidoarjo memiliki 31 SMK otomotif. (tas)

Grahadi Surabaya Hardiknas 2026 kendaraan listrik siswa kendaraan listrik SMK Khofifah Indar Parawansa pendidikan vokasi SMK Jawa Timur
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.