Setelah mengalami kenaikan harga selama tiga hari kemarin, harga emas terpantau turun. Bagi mereka yang ingin berinvestasi emas, harus punya strategi kapan waktu yang tepat untuk membeli emas.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas terpantau USD3.232 per troy ounce, turun 0,15 persen. Sebelumnya, harga emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa USD3.245 per troy ounce.
Perkembangan harga emas dunia juga mempengaruhi harga emas di pasar dalam negeri. Harga emas ANTAM terpantau juga turun hari ini sekitar Rp8.000.
Dari laman logammulia.com, harga emas tercatat Rp1.896.000 per gram. Sebelumnya, harga emas ANTAM menembus level tertinggi Rp1.904.000 per gram.
Meski demikian, Analis Pasar Uang, Lukman Leong memperkirakan trend kenaikan harga emas masih akan berlanjut. “Paling tidak mencapai level harga USD3.500 per troy ounce sepanjang tahun ini,” kata Lukman, Senin (14/04).
Di saat harga emas turun, merupakan kesempatan beli bagi yang ingin berinvestasi emas. Lukman memberikan tips bagi mereka yang ingin mulai investasi atau yang ingin menambah kepemilikan emasnya.
“Disarankan untuk membeli secara bertahap karena harga memang sedang tinggi (rekor), sehingga resiko koreksi cukup besar. Meskipun, walau bukan pasti, harga emas akan terkoreksi,” ujar Lukman.
Jadi strateginya, tegas Lukman, dengan membeli emas secara bertahap dibeberapa harga. Baik ketika harga terkoreksi maupun ketika harga sedang naik.
“Strategi ini disebut ‘dolar cost averaging’ yang cocok ketika harga suatu aset telah sangat tinggi. Namun masih ada potensi harga akan terus naik,” ucap Lukman menutup keterangannya. (ita)

