Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Harga Plastik Naik hingga 80 Persen, Pakar UNAIR Dorong UMKM Beralih ke Inovasi Kemasan

Harga Plastik Naik hingga 80 Persen, Pakar UNAIR Dorong UMKM Beralih ke Inovasi Kemasan

PERISTIWA Tiara AS10/04/2026 - 11:37 WIB
Harga plastik naik hingga 80 persen akibat konflik global. Pakar UNAIR dorong UMKM berinovasi dan beralih ke kemasan ramah lingkungan.

Lonjakan harga plastik hingga 30–80 persen pada April 2026 menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kenaikan ini dipicu oleh dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasokan minyak dunia, sementara industri plastik nasional masih bergantung pada impor bahan baku hingga 60 persen.

Pakar Ekonomi Koperasi dan UMKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Atik Purmiyati, menilai sektor makanan dan minuman menjadi yang paling terdampak. Tingginya ketergantungan terhadap kemasan plastik membuat biaya produksi meningkat signifikan dalam waktu singkat.

Menurut Atik, kondisi tersebut berpotensi menekan margin keuntungan UMKM, terutama bagi pelaku usaha dengan keterbatasan modal dan sumber daya manusia. Tanpa strategi adaptasi yang tepat, kenaikan biaya produksi dapat berdampak pada keberlanjutan usaha.

Ia menekankan bahwa inovasi menjadi kunci utama agar UMKM mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penyesuaian volume produk tanpa menaikkan harga jual, sehingga daya beli konsumen tetap terjaga. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk memperluas pasar dan mencari alternatif bahan kemasan.

Penggunaan kemasan ramah lingkungan dinilai sebagai solusi jangka panjang. Bahan seperti pati jagung, tebu, singkong, hingga serat nanas dapat menjadi substitusi plastik konvensional. Namun, adopsi kemasan tersebut masih terbatas di kalangan UMKM, sehingga diperlukan edukasi yang lebih masif.

Atik juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku konsumen. Dalam perspektif ekonomi perilaku, preferensi masyarakat terhadap produk ramah lingkungan dapat mendorong produsen untuk menyesuaikan strategi bisnis. Kebiasaan seperti penggunaan tas belanja ulang pakai, sistem isi ulang, dan membawa wadah sendiri dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.

Selain inovasi di tingkat pelaku usaha, kolaborasi juga menjadi faktor penting. Pembelian bahan kemasan ramah lingkungan secara kolektif dapat menekan biaya melalui skala ekonomi, sehingga lebih terjangkau bagi UMKM.

Di sisi kebijakan, pemerintah diharapkan berperan aktif sebagai regulator pasar. Langkah yang dapat dilakukan antara lain pengawasan distribusi bahan baku plastik, pengendalian spekulasi harga, serta pemberian insentif bagi industri hulu agar pasokan tetap stabil.

Data menunjukkan bahwa UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 60–61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hingga 97 persen tenaga kerja. Namun, tidak semua pelaku usaha memiliki daya tahan yang sama dalam menghadapi gejolak ekonomi.

Dengan kombinasi inovasi, edukasi, dan dukungan kebijakan, UMKM diharapkan mampu beradaptasi menghadapi kenaikan harga bahan baku sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. (tas)

Atik Purmiyati ekonomi UMKM harga plastik naik 2026 inovasi usaha kecil kemasan ramah lingkungan konflik geopolitik minyak UMKM Indonesia Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.