Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 sebagai strategi penguatan city branding melalui pengembangan event berbasis kolaborasi lintas sektor. Tahun ini, pendekatan yang diusung tidak hanya berfokus pada perayaan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara terintegrasi.
Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkot Surabaya menghadirkan sejumlah agenda unggulan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pelaku seni, komunitas, hingga sektor swasta.
Dua Event Surabaya Masuk KEN 2026
Salah satu capaian strategis dalam HJKS tahun ini adalah masuknya dua agenda unggulan Surabaya dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menyebutkan bahwa pengakuan ini menjadi indikator meningkatnya daya saing event daerah di tingkat nasional.
Dua event tersebut meliputi Festival Rujak Uleg bertajuk “Rujak-Phoria” yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), serta Surabaya Vaganza: Festival of Lights yang akan digelar pada 16 Mei 2026 dengan rute utama dari kawasan Jalan Pahlawan hingga Balai Kota.
Menurut Herry Purwadi, keikutsertaan dalam KEN membuka peluang lebih luas bagi Surabaya untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis event.
Integrasi Event dan Ekonomi Lokal
Pemkot Surabaya tidak hanya menitikberatkan pada penyelenggaraan event, tetapi juga mengintegrasikan berbagai sektor pendukung dalam satu ekosistem perayaan. Rangkaian HJKS ke-733 mencakup festival budaya, kompetisi olahraga melalui Piala Wali Kota, hingga Surabaya Shopping Festival (SSF) yang melibatkan pusat perbelanjaan dan pelaku usaha lokal.
Pendekatan ini dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi, khususnya dari sektor UMKM yang dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan utama.
Dalam sejumlah event besar, seperti Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza, Pemkot menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka kepada pengunjung.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Akses dan Promosi
Guna memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan aksesibilitas wisata, Pemkot Surabaya menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk sektor transportasi dan platform digital. Kolaborasi ini mencakup dukungan promosi hingga kemudahan mobilitas bagi wisatawan yang ingin menikmati rangkaian acara HJKS.
Selain itu, inovasi juga dihadirkan melalui program Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT) dengan skema khusus, serta penawaran tiket masuk destinasi wisata dengan harga terjangkau selama periode perayaan.
Langkah ini dinilai mampu meningkatkan minat kunjungan sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Partisipasi Komunitas dan Generasi Muda
Pelibatan komunitas menjadi salah satu kekuatan utama dalam konsep HJKS tahun ini. Berbagai kegiatan kreatif dan digital dirancang untuk membuka ruang partisipasi bagi generasi muda, sehingga perayaan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga partisipatif.
Herry Purwadi menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun identitas kota yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.
Target Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkot Surabaya menargetkan peningkatan signifikan pada sektor pariwisata, termasuk lonjakan jumlah kunjungan wisatawan dan tingkat okupansi hotel.
Selain itu, perputaran ekonomi daerah diharapkan meningkat melalui aktivitas perdagangan, kuliner, dan industri kreatif yang terlibat dalam perayaan.
Menuju Event Berskala Nasional dan Internasional
Dengan konsep yang semakin matang dan terintegrasi, Pemkot Surabaya menargetkan HJKS tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi event unggulan berskala nasional bahkan internasional.
Seluruh informasi terkait jadwal kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi Pemkot Surabaya, termasuk media sosial pariwisata kota.
Transformasi HJKS ke-733 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Surabaya sebagai kota tujuan wisata berbasis event, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. (tas)

