Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 melalui kegiatan bertajuk Sapa Lansia Jawa Timur Sejahtera (Jawara) yang digelar di kawasan Pasar Bentoel dan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Netra (UPT RSBN) Malang, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi ratusan lansia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa lansia merupakan kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian berkelanjutan agar tetap dapat menjalani masa tua secara sehat, aktif, dan bermartabat.
“Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional menjadi momentum untuk memastikan para lansia di Jawa Timur tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia,” ujar Khofifah.
Peringatan HLUN 2026 di Jawa Timur dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak, antara lain Dinas Sosial Jawa Timur, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), sejumlah BUMD Jawa Timur, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RS Mata Masyarakat Surabaya, Dinas Koperasi Jawa Timur, Sekolah Rakyat, serta Pemerintah Kota Malang.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan zakat produktif kepada 100 pedagang lansia dan pelaku usaha mikro. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu untuk mendukung pengembangan usaha yang masih dijalankan pada usia lanjut. Selain itu, bantuan sembako diberikan kepada 250 lansia, sementara daging kurban juga dibagikan kepada peserta yang hadir.
Di sektor kesehatan, sebanyak 100 lansia memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi IKA Unair dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pemeriksaan mata gratis serta pembagian 100 kacamata baca dari RS Mata Masyarakat Surabaya turut menjadi salah satu layanan yang banyak diminati peserta.
Pemprov Jawa Timur juga menyediakan layanan fisioterapi, alat bantu mobilitas bagi lansia dengan keterbatasan gerak, serta layanan potong rambut gratis melalui program Salon Lansia. Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup lansia.
Selain layanan sosial dan kesehatan, kegiatan HLUN 2026 juga diramaikan Program Angkringan Lansia yang melibatkan 40 pedagang lanjut usia. Beragam produk UMKM hasil karya lansia binaan Dinsos Jawa Timur turut dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, hingga hasil budidaya pertanian.
Khofifah menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia tidak hanya dilakukan saat peringatan HLUN. Pemprov Jawa Timur terus menjalankan sejumlah program perlindungan sosial, salah satunya PKH Plus bagi lansia berusia di atas 70 tahun.
Pada 2026, sebanyak 54 ribu lansia menerima bantuan PKH Plus dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta yang disalurkan dalam empat tahap.
Selain itu, bantuan permakanan bagi lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) serta layanan rehabilitasi sosial melalui tujuh UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha di berbagai daerah di Jawa Timur juga terus berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp3,645 miliar untuk masyarakat Kota Malang. Bantuan tersebut ditujukan bagi berbagai kelompok penerima manfaat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, masyarakat miskin, dan kelompok rentan lainnya.
Melalui peringatan HLUN 2026 yang mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Jawa Timur Sejahtera”, Pemprov Jawa Timur berharap para lansia tetap dapat berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. (tas)

