IKA UA: Jangan Berhenti Menjadi Karyawan
KOMUNITAS PERISTIWA

IKA UA: Jangan Berhenti Menjadi Karyawan

Prosesi upacara akademik wisuda daring Universitas Airlangga periode Desember 2020 yang berlangsung pada Sabtu (05/12) turut dihadiri oleh perwakilan pengurus pusat Ikatan Keluarga Alumni – Universitas Airlangga (IKA-UA). Tercatat, sebanyak 2.688 wisudawan siap dilepas kepada masyarakat.

Diwakili Drs Totok Lusida Apt sebagai pengurus IKA-UA mengucapkan selamat kepada Ksatria Airlangga yang telah berhasil menapakkan kaki hingga posisi saat ini. Tentunya, bukan dengan perjuangan yang mudah, namun penuh suka cita.

“Apa yang telah dicapai wisudawan saat ini adalah bentuk dari kerja keras selama menempuh studi. Kini mereka telah siap untuk dilepas untuk mengamalkan ilmu di masyarakat,” tegasnya.

Jalan kehidupan wisudawan kedepannya, bagi Totok merupakan fase yang harus disambut dengan segala kesiapan. Ilmu yang diperoleh semasa kuliah harus benar-benar diterapkan sebagai the way of life.

Totok menegaskan bahwa Ksatria Airlangga tidak boleh berhenti hanya sebagai karyawan, namun, minimal menjadi CEO dalam usahanya. Hal itu, mengingat UNAIR merupakan salah satu kampus terbaik di dunia.

“Kalian akan menerima kartu tanda anggota sebagai keluarga besar IKA-UA. Kita memiliki pengurus diseluruh provinsi Indonesia,” jelas Ketua Umum REI ini.

Dia menekankan bahwa kedepan, wisudawan dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan IKA-UA. Hal itu sekaligus akan menjadi networking untuk para wisudawan dalam berproses ataupun menjalankan sesuatu. “Jangan berdiri sendiri, IKA-UA siap membantu dan menerima kalian (wisudawan, red) dengan hangat,” imbuhnya.

Selain itu, Totok juga menekankan bahwa wisudawan harus membuat bangga para pendidik yang telah dengan sabar mengajari dan membimbing hingga posisi saat ini. Maka, dengan meruahkan segala kompetensi dan kontribusi untuk bangsa, akan membuat para pendidik dan almamater bangga. “Semoga yang telah dicapai bersama, akan membawa manfaat yang baik untuk kemajuan bangsa,” tandasnya.

Pada akhir, Totok berpesan supaya kelak Ksatria Airlangga yang hari ini diwisuda selalu mengingat dan berkontribusi demi kemajuan almamater. Karena, bagaimanapun juga Universitas Airlangga adalah rumah yang pernah menjadi ruang berkembang, belajar, dan meraup ilmu semasa duduk di bangku perkuliahan. (ita)