Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Indahnya Keberagaman Budaya Indonesia

Indahnya Keberagaman Budaya Indonesia

SENI BUDAYA redaksi18/08/2017 - 10:00 WIB

Peringatan hari ulang tahun ke-72 Republik Indonesia di Istana, Kamis (17/8) tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Warna-warni baju adat dari Sabang sampai Merauke meramaikan halaman depan Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, Batulicin, Kalimantan Selatan. Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan baju adat Minangkabau.

Saat hendak menyalami sejumlah tamu yang berada di tenda sisi barat istana, Jokowi menghampiri media. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memperkenalkan beberapa Pasukan Pengamanan Presiden yang juga mengenakan pakaian adat.

Jokowi mengatakan hal itu dilakukan untuk mengenalkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dari beragam suku bangsa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir mengenakan baju adat Bugis, dan beberapa pejabat lain juga mengenakan pakaian tradisional. Diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang memakai pakaian adat daerah Riau, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mengenakan pakaian adat khas DI Yogyakarta.

Kejutan! Hadiah Spesial
Dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin disebutkan bahwa saat para tamu undangan menikmati suguhan pagelaran kesenian sambil menunggu upacara dimulai, Kepala Negara beranjak sejenak dari tempat duduknya untuk sekadar melihat dan menyapa para tamu undangan. Langkahnya yang tegap dengan hanya didampingi sedikit penjagaan yang bersahabat namun tetap waspada sukses mencuri perhatian para tamu undangan.

Siapa sangka, saat itulah Jokowi sedang menjalankan perannya selaku juri dari sebuah kontes kecil yang disiapkannya. Presiden saat berjalan ke tribun tamu undangan sebenarnya hendak mencari siapa di antara mereka yang mampu tampil beda dengan busana adat yang dikenakan.

Rupanya, Presiden merasa tertarik dengan sejumlah penampilan dan pakaian daerah yang dikenakan sejumlah tamu undangan. Memang, sebagai salah satu inovasi dalam peringatan kemerdekaan tahun ini, para tamu undangan sebelumnya diharapkan untuk dapat mengenakan pakaian daerahnya masing-masing saat menghadiri peringatan kemerdekaan ini.

Hingga akhirnya setelah upacara peringatan kemerdekaan selesai dilakukan, Jokowi naik ke atas mimbar kehormatan dan memberikan suatu pengumuman. Ia menyebut lima nama yang menurutnya berhasil memukau para juri.

Untuk diketahui, bertindak sebagai juri dalam kontes kecil tersebut ialah Presiden Joko Widodo sendiri, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Ketiganya melakukan penilaian dengan tanpa diketahui sebelumnya.

Lima nama tamu dengan pakaian adat terbaik disebutkan, yaitu: Yasonna Laoly (baju adat Nias), Oesman Sapta Odang (baju adat Minangkabau), Syarif M Fitriansyah (baju adat Dayak), Ibu Tri Karnavian (baju adat Papua), dan Agathi Suli Mahyudin (baju adat Dayak)

Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Oesman Sapta menyampaikan tidak meayanyangka bakal dapat hadiah ini. “Ini Minangkabau, Sumatra Barat. Karena kan saya boleh makai, sebagai Dewan Perwakilan Daerah, boleh pakai semua daerah. Cuma sekarang kebetulan saya sedang pakai Sumatra Barat. Dan Alhamdulilah tidak sia-sia. Saya nanti kalau pakai yang lain juga harus menang,” ujar Oesman.

Lebih lanjut, Oesman menyampaikan bahwa sepeda yang didapatkan itu sejarah. “Itu bukan soal harganya, tapi sejarah di 17 Agustus, di Istana, saya dapat hadiah. Nanti sampai cucu saya itu bisa naik sepedanya,” tambah Oesman.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly menyampaikan bahwa suatu kehormatan besar bisa pakai baju adat Nias dan dapat penghargaan dari Presiden sebagai busana adat terbaik dalam kesempatan ini.

“Ini kehormatan besar buat saya dan istri saya pakai adat Karo, karena dia memang orang Karo. Jadi kami betul-betul mengapresiasi apa yang dibuat oleh Presiden dalam rangka menghargai baju adat daerah. Kebinekaan, itu kekuatan kita,” ujar Yasonna yang seperti halnya Oesman akan memberikan hadiah sepeda ke cucunya.

Yasonna juga menyampaikan bahwa dirinya tidak tahu sama sekali terkait hadiah tersebut dan baginya ini benar-benar surprise. Sedangkan, Ajudan Presiden Jokowi, Syarif M Fitriansyah menyampaikan bahwa dirinya sangat senang sekali, karena pada hari ini bisa mempersembahkan baju adat dari kelahirannya di Pontianak, yakni Dayak, Kalimantan Barat. Ia juga menyampaikan rasa syukur Presiden Republik Indonesia memberikannya sebuah sepeda.

“Yang biasanya saya ngasih kepada peserta, tapi Alhamdulillah dapat dari Bapak sendiri. Terima kasih Pak Presiden Jokowi,” ujar Syarif. Saat upacara penurunan bendera, pemberian hadiah sepeda juga dilakukan untuk lima busana tradisional terbaik yang dikenakan peserta upacara. Pemenang diumumkan Wapres Jusuf Kalla. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.