Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Isyarat Ketidakpastian Ekonomi Akan Lanjut

Isyarat Ketidakpastian Ekonomi Akan Lanjut

EKONOMI BISNIS redaksi28/11/2018 - 12:30 WIB

Ada isyarat ketidakpastian ekonomi dunia masih akan berlanjut. Penyebabnya upayanya untuk mendamaikan Amerika Serikat (AS) dan China di KTT ASEAN dan KTT APEC, pertengahan bulan ini, tidak membuahkan hasil.

“Indonesia saat itu mencoba dari pagi sampai siang untuk menjadi jembatan, menjembatani. Sana kelompok sendiri, sini kelompok sendiri, kita di tengah coba membuat jembatan agar ini bisa sambung. Tapi, sampai jam setengah tiga, gagal, enggak sambung,” kata Presiden Jokowi saat membukaa Kompas100 CEO Forum Tahun 2018, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (27/11) siang.

Menurut Presiden, AS mengucapkan terima kasih kepada Indonesia sudah berusaha dengan baik. China juga mengucapkan terima kasih Indonesia sudah menjembatani dengan baik. “Terima kasih tapi gagal,” tukasnya.

Dengan kegagalan mendamaikan AS dan China itu, menurut Presiden Jokowi, maka kondisi ekonomi dunia saat ini masih sangat berpotensi dilanda ketidakpastian.

Ia mengisyaratkan, bahwa perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, antara Amerika Serikat dengan China, perdagangan antara ekonomi nomor 1 dan ekonomi nomor 2 di dunia masih terus berlanjut.

Presiden berharap semoga ada sebuah keajaiban, nanti di pertemuan G20 (Group 20) bisa sambung.

“Tapi feeling saya kok tidak. Feeling, perasaan saya mengatakan seperti itu. Dan ini terjadi disaat Bank Sentral Amerika, Federal Reserve, terus menaikkan suku bunga dollar,” ujar Presiden.

Namun meski kemungkinan ketidakpastian ekonomi dunia akan terus berlanjut, Presiden Jokowi meminta pada pemimpin perusahaan (CEO) di tanah air harus tetap optimistis bahwa dalam kesempitan selalu ada kesempatan.

Bahwa di dalam setiap kesulitan selalu ada peluang. Hal yang biasanya dilakukan para CEO.

Peluang apa? Presiden mengaku banyak menerima laporan dari para menteri dan dibisiki beberapa pengusaha, bahwa banyak minat beberapa pabrik/banyak pabrik yang ingin pindah ke negara-negara ASEAN, termasuk di dalamnya tentu saja adalah Indonesia.

“Agar terhindar dari hantaman tarif impor dari mitra perang dagangnya. Dari China ada yang pengin berbondong-bondong industri-industri itu masuk ke ASEAN, ke Indonesia. Dari Amerika juga sama,” ungkap Jokowi.

Ada juga peluang bagi kita untuk ekspor mengisi potensi pasar mereka. Dulu pasar itu diisi misalnya ekspor dari China ke Amerika. Kini karena pasar mereka tidak mau diisi oleh mitra perang dagangnya, menurut Presiden, ini merupakan peluang.

“Ini yang bisa kita isi. Ini semua adalah potensi, baik potensi untuk memperkuat indusri kita mauoun untuk meningkatkan ekspor kita. Inilah peluangnya. Tinggal kita bisa mengambil peluang ini atau tidak, tinggal kita bisa mengambil kesempatan ini atau tidak,” kata Jokowi.

Presiden meminta kepada para CEO agar menelusuri peluang apa yang kira-kira semakin terbuka lebar untuk diambil, yang mungkin sebelum perang dagang enggak pernah kita pikirkan kemudian ini terbuka, peluang ada.

Ia menegaskan, pemerintah akan mendukung dalam pemanfaatan kesempatan-kesempatan ini dalam memanfaatkan peluang- peluang yang ada.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasmita, serta CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama. (sak)

Joko Widodo Jokowi Ketidakpastian Ekonomi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.