Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Curtin University, Australia, memperkuat kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan Pameran Desain Matters di KOGU Space, Surabaya, Jumat (3/7/2026). Pameran tersebut menampilkan berbagai karya inovatif berbasis upcycling yang memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui perpaduan desain, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan strategi bisnis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Adjunct Professor yang menghadirkan akademisi Curtin University, Dr. Qassim Saad, sebagai pengajar sekaligus peneliti tamu di Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS selama enam bulan. Program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memperkenalkan standar proses desain yang diterapkan di tingkat global.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 20 mahasiswa lintas disiplin dari Departemen Desain Produk Industri, Desain Komunikasi Visual, dan Manajemen Bisnis ITS melakukan observasi ke sejumlah daerah guna mengidentifikasi potensi pengolahan limbah. Hasil pengamatan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi berbagai konsep produk inovatif yang memanfaatkan limbah kardus, kaca, limbah konveksi, hingga kerang sebagai material utama.
Dr. Qassim Saad menjelaskan bahwa proyek ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat berjalan berdampingan dengan praktik kerajinan tradisional. Menurutnya, integrasi teknologi dalam proses desain mampu meningkatkan nilai guna material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang lahirnya solusi desain yang lebih inovatif.
Dekan FDKBD ITS, Ellya Zulaikha, mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan hasil proses pembelajaran intensif selama enam bulan yang menggabungkan pendekatan desain, teknologi, dan bisnis. Ia menilai kolaborasi lintas program studi menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk komersial.
Menurut Ellya, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proyek ini berfungsi sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi berbagai alternatif desain berdasarkan kebutuhan pasar. AI tidak dimaksudkan menggantikan kreativitas desainer, melainkan mempercepat proses eksplorasi sehingga potensi material limbah dapat dimaksimalkan menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pameran ini juga melibatkan sejumlah mitra industri dan pelaku usaha kreatif sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular. Kolaborasi dengan Dus Duk Duk menghasilkan pemanfaatan limbah kardus menjadi armatur lampu yang dinilai memiliki nilai jual tinggi. Sementara itu, limbah kerang kapis dari Mekarsari, Situbondo, dikembangkan menjadi material dekoratif untuk produk pencahayaan.
Kolaborasi lainnya dilakukan bersama Upject di Mojokerto yang mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen seperti tas dan sandal, serta Beads Flower di Jombang yang memanfaatkan limbah manik-manik kaca menjadi berbagai permainan tradisional, seperti yoyo, ludo, dan dakon. Berbagai karya tersebut menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri kreatif.
Ellya menambahkan bahwa Pameran Desain Matters tidak hanya menampilkan hasil akhir sebuah karya, tetapi juga memperlihatkan keseluruhan proses kreatif mulai dari identifikasi permasalahan, riset lapangan, eksplorasi desain, hingga penerapan teknologi digital dalam pengembangan produk. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengurangan limbah.
Melalui kolaborasi antara ITS, Curtin University, mahasiswa, serta mitra industri, program ini diharapkan menjadi contoh penerapan desain berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi kreatif berbasis inovasi. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang lebih ramah lingkungan melalui pengembangan produk upcycling serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan global. (ita)

