Momentum Lebaran kembali dimanfaatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menghadirkan program mudik gratis bagi sivitas akademika. Tahun ini, ITS memberangkatkan 27 armada bus menuju berbagai kota di Pulau Jawa, Sabtu (14/3), sebagai bagian dari upaya memfasilitasi perjalanan pulang kampung yang aman dan nyaman.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin yang bertujuan membantu mahasiswa dan sivitas dalam memperoleh akses transportasi saat Lebaran. Menurutnya, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen kampus dalam memberikan layanan terbaik, khususnya dari sisi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Program mudik gratis ITS tahun ini diikuti oleh 1.180 peserta, meningkat sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga mitra institusi.
Dukungan datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan, serta partisipasi Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS, Ikatan Alumni (IKA) ITS, hingga sektor perbankan seperti BSI dan BNI.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Ainur Rofiq, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap aman, terjangkau, dan terorganisir selama periode mudik.
19 Rute Strategis di Pulau Jawa
Mudik gratis ITS tahun ini mencakup 19 rute perjalanan dengan jangkauan luas di Pulau Jawa. Untuk wilayah Jawa Timur, tersedia sembilan rute utama, termasuk jalur Pasuruan–Jember, Lamongan–Tuban, hingga Kediri–Trenggalek.
Sementara itu, lima rute di Jawa Tengah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Rute tersebut mencakup wilayah seperti Semarang, Yogyakarta, hingga Cilacap dan Purwokerto.
Adapun wilayah barat Pulau Jawa juga dilayani melalui lima rute, meliputi Bandung, Bekasi, Depok–Jakarta, Tangerang–Cilegon, hingga Cirebon dan sekitarnya. Rute ini memungkinkan mahasiswa asal Jabodetabek dan Jawa Barat untuk ikut serta dalam program mudik gratis.
Kurangi Beban Biaya dan Kepadatan Lalu Lintas
Program mudik gratis tidak hanya membantu peserta dari sisi biaya, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik. Dengan menyediakan transportasi massal, ITS turut mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-11 terkait kota dan permukiman berkelanjutan.
Manfaat Langsung bagi Mahasiswa
Salah satu peserta, Ahmad Maulana, mengaku merasakan manfaat besar dari program ini. Selain menghemat biaya transportasi, fasilitas yang disediakan juga memberikan kenyamanan selama perjalanan.
Program ini dinilai sangat membantu mahasiswa, terutama yang berasal dari luar kota dengan keterbatasan anggaran untuk mudik.
Melalui program mudik gratis, ITS menunjukkan peran aktifnya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial bagi masyarakat.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga semakin banyak sivitas akademika yang dapat merasakan manfaatnya. (tas)

