Tak ada kata terlambat dalam berbinis. Itulah yang dilakukan Reni Widya Lestari, Ketua DPC Ikawan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Surabaya dalam mengejar ketertinggalan dengan kaum laki-laki di dunia usaha.
Itulah yang menjadikan Reni getol mendorong seluruh anggotanya mengikuti pogram pelatihan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) agar bisa mengikuti berbagai macam tender proyek pembangunan di pemerintahan.
“Semua tender kan sudah berbasis IT. Jadi kita dorong agar semua anggota Iwapi, khususnya di Surabaya untuk melek teknologi,” terang Ketua Iwapi yang terpilih dua periode.
Reni mengatakan, pelatihan LPSE yang digelar pertama kalinya di Jakarta untuk pertama kalinya dilakukan dalam bentuk perwakilan sebanyak 5 orang. Hasilnya, lima orang inilah yang dijadikan mentor utama sebagai pelatih di Jawa Timur.
Intensitas pelatihan dilakukan, hingga dari lima orang pelatih berkembang jadi 30 orang. Diluar dugaan. Ketika 30 orang lulusan pelatihan LPES yang digelar di Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Iwapi Jatim mempraktekkan ilmu barunya, mayoritas mendapatkan proyek pemerintah.
“Alhamdulillah, yang ikut tender, mayoritas nyantol atau mendapatkan proyek di pemerintahan,” tutur wanita yang lulusan Arsitek ITS itu.
Selebihnya, ada proyek penunjukkan senilai Rp 200 juta yang juga didapatkan anggota peserta pelatihan. “Ini menunjukkan anggota Iwapi sudah sama posisinya dengan pengusaha laki-laki yang selama ini menguasai proyek pemerintahan,” tutur Reni.
Untuk itulah, sebagai mentor Reni terus mendorong seluruh anggota Iwapi yang ada di daerah mengikuti pelatihan serupa. Hal ini untuk pemerataan kemampuan juga untuk mengembangkan usaha dikalangan Iwapi. “Pasalnya pelatihan ini berjenjang. Mulai dari DPP turun ke DPD dan DPC,” tambah aktivis sebuah partai politik itu. (ist)

