Jatim Masifkan Operasi Yustisi
KOMUNITAS PERISTIWA

Jatim Masifkan Operasi Yustisi

Tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Wilayah Jawa Timur dibenarkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Untuk dapat menekan angka penyebaran yang terus meningkat, Forkopimda Jatim melalui Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, siap memasifkan pelaksanaan operasi yustisi.

Gubernur Khofifah mengatakan, atas kenaikan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, maka Pemprov Jatim tengah menyiapkan tambahan bed atau tempat tidur di rumah sakit. “Yang sebelumnya 6.611 bed kini yang disiapkan menjadi 7.001 bed,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pekan lalu.

Selain itu juga telah disiapkan 66 ruang isolasi khusus, ada kecenderungan kenaikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Kenaikam dipicu dampak dari libur panjang pada bulan Oktober lalu. Selain itu Pemprov juga telah menambah rumah sakit, baik yang ada di Malang maupun di Surabaya.

Sementara untuk yang di Malang ada RS Lapangan Boulevard. Pemrov Jatim juga melakukan konversi di dua rumah sakit, yakni di Jember rumah sakit paru akan difokuskan menangani pasien Covid-19, begitu juga rumah sakit paru milik pemprov yang ada di Surabaya.

“Kita konversi dua rumah sakit paru yang ada di Jember dan Surabaya untuk menjadi rumah sakit fokus menangani pasien positif Covid-19,” kata Gubernur Jatim.

Gubernur menambahkan, dari 127 Rumah Sakit yang disiapkan kini menjadi 145 rumah sakit. Sehingga Gubernur Jatim meminta kepada masyarakat di Jawa Timur tetap menjaga protokol kesehatan, karena penyebaran belum berhenti.

Kapolda Jawa mengaku sudah melakukan tiga kegiatan yang memang menjadi konsentrasi Polri dalam menghadapi Covid-19 diantaranya, Operasi Yustisi, Pembentukan Kampung Tangguh dan Covid Hunter. “Polda Jatim sendiri menjadi bagian struktur yang menangani Covid-19, sehingga kita sudah melakukan tiga hal untuk membantu Pemprov menangani penyebaran Covid-19 di Jatim,” ucap Kapolda Jatim.

Operasi Yustisi dilaksanakan bersama-sama dengan pemerintah dan TNI, mulai dari bulan April sampai sekarang sudah ada 3.409 ribu kegiatan yang dilaksanakan selama tujuh bulan. Dan tercatat ada 9 juta teguran yang dilakukan bagi masyarakat yang belum mentaati protokol kesehatan. Selain itu untuk denda tercatat sebanyak lehih dari 4 miliar. Sedangkan Kampung Tangguh sudah tersebar 2.561 titik yang tersebar di seluruh provinsi.

Sementara itu tim Covid Hunter tujuannya memindahkan orang yang tujuannya isolasi mandiri ke tempat karantina. “Hari ini bersama dengan media untuk bersama sama menggaungkan bahwa Covid masih ada di sekitar kita. Sehingga Forkopimda Jatim antara Pemerintah, TNI dan Polri ini bisa melawan Covid dan bisa melewati bersama sama,” pungkasnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut beberapa narasumber diantaranya, dr. Brahmana Iskandar selaku Ketua IDI Surabaya, dr. Sulung Budianto selaku Direktur RS Darmo Surabaya, dr. Windhu Purnomo, dr. MS selaku Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR. Hadir pula Bupati Jombang Munjidah Wahab dan Saifullah Yusuf yang memberikan testimoni sebagai penyintas Covid-19 melalui video virtual. (jnr)