Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Jauhi Penyakitnya, Jangan ODHA-nya

Jauhi Penyakitnya, Jangan ODHA-nya

KESEHATAN redaksi11/12/2017 - 13:00 WIB

Orang dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus)-AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau kerap disebut ODHA tidak untuk dijauhi, yang dijauhi adalah penyakitnya. Demikianlah yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Prof Dr Nasronuddin dr SpPD KPTI-FINASIM saat membuka seminar HIV-AIDS pada Selasa (5/12) di Aula Dharmawangsa.

Dalam seminar yang digelar mahasiswa angkatan 2015 Fakultas Keperawatan Unair itu, Prof Nasronudin berharap agar masyarakat semakin peduli dengan ODHA. Salah satunya, dengan cara berani hidup berdampingan dengan mereka. Selain itu, tambahnya, ODHA mesti optimistis dan selalu menumbuhkan harapan dengan meningkatkan kekebalan tubuhnya.

“Salah satu caranya, ya seperti penampilan ini. Menyanyi dan menari. Menyehatkan itu. Ilmiahnya, setiap kesenangan itu akan diterima otak yang namanya sistem medik. Sistem ini akan menjangkau otak bagian tengah,” ucapnya.

“Di sana, ada kelompok sel bernama PVN (Paraventricular nucleus) yang membawa pesan gembira tadi ke otak bagian depan. Di sana, ada kelompok sel bernama POMC (Propriomelanokortin). Di situ hormon ACTH (Adrenokotikotropik) sedikit dikeluarkan,” papar Prof Nasron.

Selanjutnya, Prof Nasronudin juga berpesan, meski mengidap penyakit, ODHA harus tetap berani tampil percaya diri dalam menatap masa depan. Termasuk bekerja. Sebab, menurut dia, bekerja sangat penting karena dapat membunuh waktu agar masa lalu yang buruk tidak teringat.

“Ini sesuai dengan tema Hari AIDS Internasional ‘Saya Berani, Saya Sehat’. ODHA harus berani memeriksakan dirinya. Berani menyatakan serta menunjukkan dirinya terinfeksi. Pasangannya atau lingkungannya juga harus berani hidup berdampingan dengan ODHA. Dan, masyarakat mesti berani mendukung dan mem-backup kegiatan-kegiatan terkait ODHA ini,” tuturnya.

Sementara Dr Tri Pudy Asmaraswati SpPd selaku pemateri dalam seminar tersebut menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi epidemik, wabah, HIV terkonsentrasi di sebagian besar provinsi. Kecuali Papua dan Papua Barat yang menghadapi HIV pada populasi umum. Berdasar data Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan I (sampai Maret) 2016 Kementerian Kesehatan, penderita HIV mencapai 1.146 orang dan AIDS 305 orang.

“HIV diobati melalui terapi ARV selama enam bulan per satu tahun. Targetnya, 90 persen dari yang mendapat ARV mengalami supresi alias penghentian,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua panitia Seminar HIV-AIDS Arman Rosyadio Firmansyah menyatakan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk kerja sama antara FKp Unair melalui mahasiswa angkatan 2015 dan RSUA. Selain mahasiswa, seminar tersebut dihadiri sejumlah anggota Couple Community, yaitu salah satu komunitas perempuan dengan penderita HIV di Kota Surabaya yang berdiri pada 2011, dan masyarakat umum. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.