Kampung 1001 Malam Ditutup Permanen
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Kampung 1001 Malam Ditutup Permanen

Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) melakukan pembersihan bawah kolong jembatan tol Dupak, Kampung 1001 Malam, di Kecamatan Krembangan, Selasa (18/10).

Pembersihan itu dilakukan setelah 16 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di bawah kolong jembatan, kawasan Kampung 1001 Malam dipindahkan ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Sumur Welut.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebelumnya turun langsung melihat ke tempat pengosongan lahan di kawasan Kampung 1001 Malam. Dikatakan, setelah pengosongan lahan kawasan Kampung 1001 Malam, pemkot segera memindahkan warga secara bertahap.

Eri menegaskan, pemkot bukan sekadar memindahkan tempat tinggal warga, namun juga memberikan fasilitas pekerjaan, sekolah, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dan sebagainya.

“Makanya kenapa saya turun langsung ke lapangan, yaitu untuk memastikan sekolah anak – anaknya, kesehatannya, dan lain – lain. Jadi, pemerintah bukan hanya asal menggusur tok (tidak asal gusur saja), tapi sekaligus memberikan kepastian kepada warga,” kata Eri, (17/10).

Sementara itu, Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajriatin menjelaskan, saat ini sudah ada 14 KK yang telah dipindahkan ke rusunawa Sumur Welut. Sedangkan 2 KK sisanya menyusul, karena sedang mengalami musibah.

“Satu KK belum menempati rusunawa karena ada lansia yang sedang sakit di RS. Dan satu lagi, anggota keluarganya meninggal dunia. Kedua KK tersebut sudah kami sediakan tempat (rusun), karena mereka punya hak tinggal. Totalnya ada 16 KK,” jelas Anna.

Selain pemindahan, Anna melanjutkan, warga kolong bawah tol di kawasan Kampung 1001 Malam juga sudah didata oleh Dinsos serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya, untuk dicarikan pekerjaan yang cocok.

Anna menerangkan, saat ini Dinsos bersama BPBD, juga melakukan suplai makanan untuk 16 KK tersebut selama tujuh hari ke depan. “Kami diminta Pak Wali segera mendata mereka (warga), karena Senin 24 Oktober 2022 sudah harus bekerja,” ujar Anna.

Agar kawasan Kampung 1001 Malam tidak lagi digunakan untuk hunian liar, Jasa Marga akan menutup lokasi ini secara permanen. Setelah itu, kawasan tersebut digunakan untuk sepadan sungai sebagaimana dan dibangun rumah pompa sebagaimana fungsinya.

“Kawasan itu, nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk lahan padat karya yang bisa dikelola oleh warga. Yang penting, kita bersihkan dulu, setelah itu bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk warga Surabaya,” pungkasnya. (ita)