Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»LPA Jatim Dorong Kampung Pancasila Jadi Garda Perlindungan Anak Berbasis Komunitas di Surabaya

LPA Jatim Dorong Kampung Pancasila Jadi Garda Perlindungan Anak Berbasis Komunitas di Surabaya

PERISTIWA Tiara AS28/03/2026 - 05:29 WIB
LPA Jatim dorong Kampung Pancasila di Surabaya jadi sistem perlindungan anak berbasis kampung melalui kolaborasi warga dan pemerintah.
LPA Jatim dorong Kampung Pancasila di Surabaya jadi sistem perlindungan anak berbasis kampung melalui kolaborasi warga dan pemerintah.

Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur (LPA Jatim) mendorong penguatan program Kampung Pancasila sebagai fondasi perlindungan anak berbasis komunitas di Surabaya. Dukungan ini seiring dengan langkah Pemerintah Kota Surabaya yang menetapkan program tersebut sebagai prioritas pasca Lebaran 2026.

Pengurus LPA Jatim, Isa Ansori, menilai Kampung Pancasila memiliki potensi besar tidak hanya sebagai simbol harmoni sosial, tetapi juga sebagai sistem nyata dalam melindungi anak di tingkat akar rumput. Ia menekankan pentingnya menjadikan kampung sebagai ruang hidup utama anak yang mampu menjawab tantangan sosial secara langsung.

Menurut Isa, pendekatan berbasis komunitas harus diperkuat dengan sistem yang terstruktur agar tidak berhenti pada semangat kebersamaan semata. Program yang diinisiasi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dinilai perlu diarahkan menjadi ekosistem sosial yang aktif dalam mendeteksi persoalan anak dan memberikan solusi sejak dini.

LPA Jatim memandang perlindungan anak tidak bisa sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah. Keterlibatan warga dinilai menjadi kunci utama, mengingat interaksi sosial di lingkungan kampung merupakan bagian paling dekat dengan kehidupan anak sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan ruang kolaborasi yang lebih terstruktur antara pemerintah dan masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Isa mengusulkan pembentukan gugus tugas perlindungan anak di tingkat rukun tetangga (RT) yang disebut Sistem Perlindungan Anak Tingkat RT (SPARTA). Model ini diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memantau kondisi anak secara langsung di lingkungan terkecil.

Melalui SPARTA, deteksi dini terhadap berbagai persoalan anak seperti kekerasan, pengabaian, hingga risiko sosial lainnya dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, gugus tugas ini juga berfungsi memetakan kondisi keluarga, mengidentifikasi kebutuhan intervensi, serta menghubungkan permasalahan dengan perangkat daerah terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan di tingkat pemerintah dengan realitas di lapangan. Dengan sistem yang berbasis data dari komunitas, intervensi yang dilakukan pemerintah diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.

Isa juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan kearifan lokal yang selama ini telah hidup di tengah masyarakat Surabaya, seperti gotong royong dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai fondasi kuat yang dapat memperkuat sistem perlindungan anak jika dikemas dalam program yang berkelanjutan.

Lebih jauh, pendekatan berbasis kampung dinilai mampu menjawab tantangan inklusivitas. Perlindungan anak tidak boleh dibatasi oleh latar belakang administratif, sehingga setiap anak yang tinggal di Surabaya berhak mendapatkan perlindungan yang sama tanpa terkecuali.

Dengan penguatan Kampung Pancasila dan pembentukan SPARTA, LPA Jatim berharap Surabaya dapat menghadirkan model perlindungan anak yang tidak hanya berbasis kebijakan, tetapi juga tumbuh dari partisipasi aktif masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan kampung sebagai pusat perlindungan sekaligus ruang aman bagi tumbuh kembang anak di masa depan. (tas)

Eri Cahyadi kampung pancasila LPA Jatim perlindungan anak Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.