Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Kanafit, Gelang Kesehatan Mahasiswa UGM

Kanafit, Gelang Kesehatan Mahasiswa UGM

KESEHATAN redaksi17/11/2018 - 15:30 WIB

Tim Mahasiswa UGM melalui startup Majatech, memperkenalkan Kanafit, sebuah aplikasi mobile untuk mengukur beberapa indikator kesehatan penting.

Beberapa indikator yang diukur adalah denyut nadi, tekanan darah, jumlah langkah serta kalori yang terbakar hanya dengan smartband dan satu sentuhan dalam smartphone.

Hasil pengukuran tersebut akan tersimpan dalam smartphone dan bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan analisis di kemudian hari.

Tri Yunianta, salah satu pengembang aplikasi tersebut mengatakan pengembngan aplikasi tersebut diperuntukan untuk memantau kesehatan para pengguna smart blend atau gelang pintar.

Menurut mahasiswa prodi Elektronika dan Instrumentasi ini, pihaknya memerlukan waktu kurang lebih empat bulan untuk melakukan eksplorasi dan pembuatan aplikasi. Sedangkan untuk perangkatnya saat ini masih menggunakan pasokan dari pihak ketiga.

“Kita memulai ide ini muncul sejak bulan maret lalu dikerjakan selama 4 bulan,” kata pria asal Kulonprogo Yogyakarta ini kepada wartawan di kampus UGM, Rabu (14/11) .

Tri menjelaskan munculnya ide pembuatan Kanafit berawal dari keinginan membuat inovasi teknologi yang mendistrupsi layanan bidang kesehatan.

Pemilihan nama Kanafit diambil dari bahasa sansekerta yang artinya gelang. Produk aplikasi yang mereka kembangkan bisa terkoneksi dengan gelang pintar atau smart blend.

Meski baru tahap awal pengembangan aplikasi ini, menurut Tri, aplikasi ini nantinya bisa membantu banyak orang untuk memantau kesehatan dirinya sendiri, sahabat, orang tua maupun kerabat dari jarak jauh.

“Orang tua yang sudah lansia yang kebetulan tidak bersama anaknya, bisa dipasang gelang pintar dan bisa dipantau secara real time lewat aplikasi ini,” katanya.

Aplikasi yang mereka susun menurut Anak bungsu dari tiga bersaudara ini berupa data rekam medik untuk memantau indikator kesehatan dimana tersimpan riwayat tensi tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen dalam darah, serta menghitung jumlah langkah per hari dan jumlah kalori yang terbakar.

Tidak hanya untuk para lansia, aplikasi yang terhubung dengan gelang pintar ini bisa digunakan tenaga medis di rumah sakit dimana pasien tinggal dipasang gelang lalu data kesehatannya bisa dipantau melalui aplikasi tersebut.

Ia menyebutkan di aplikasi Kanafit juga menyediakan artikel yang terhubung dengan beberapa situs kesehatan sehingga pengguna bisa mengetahui maksud dari angka yang muncul dalam fitur aplikasi tersebut.

“Penggunanya bisa tahu rekomendasi apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan mereka,” katanya seraya menjelaskan aplikasi yang dibuat oleh enam orang anggota tim Majatech ini baru bisa diunduh di link ugm.id/kanafit

Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Dr Hargo Utomo MBA MCom mengapresiasi hasil inovasi yang dikembangkan oleh startup binaan UGM tersebut.

Menurutnya saat ini dibutuhkan terobosan inovasi teknologi yang mendukung kemudahan layanan di bidang kesehatan.

“Inovasi semacam ini sangat dibutuhkan dalam layanan bidang kesehatan dan mendukung gaya hidup sehat anak muda,” katanya.

Chief Operational Officer (COO) Majatech, Alfian Andi Nugroho, menjelaskan bahwa produk kanafit merupajan produk aplikasi pertama mereka di bidang kesehatan. “Ini merupakan upaya pertama kami dalam mengimplementasikan IoT atau wearable devices untuk keperluan kesehatan,” kata Alfian.

Menurut Alfian, ide untuk mengembangkan aplikasi ini bermula dari diskusi yang berlangsung antara Majatech dengan The eCEOs, sebuah perusahaan teknologi regional yang berpusat di Kuala Lumpur.

Dalam perjalanannya, eCEOs kemudian memberikan dukungan pendanaan dan sumber daya lainnya untuk mengembangkan produk tersebut.

“Pengembangan KANAFIT ini sejalan dengan rencana besar kami untuk memasuki pasar analitik dan layanan kesehatan berbasis teknologi,” ujar Haemiwan Fathony dari eCEOs Venture.

Menurut Haemiwan, perusahaannya selama ini banyak melakukan pengembangan terkait teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, serta analisis teks dan citra.

“Mendapatkan data kesehatan secara langsung melalui wearable devices merupakan salah satu komponen penting dalam skema kami,” lanjutnya.

Seperti diketahui, saat ini aplikasi Kanafit baru tersedia pada platform Android dan bisa mengolah data dari smartband KANABAND dan Xiaomi Miband 2.

Pengembangan ke depan akan masuk ke platform Apple dan dukungan ke berbagai devices lainnya. Selain itu juga akan dilakukan pengembangan berupa produk-produk dan solusi untuk kebutuhan khusus seperti pemantauan kesehatan para lansia (elderly care) serta pemantauan produktivitas pegawai (workers and employee productivity).

Sementara dari eCEOs Venture selanjutnya juga akan mulai mengintegrasikan dengan berbagai produk dalam ekosistem teknologi kesehatan mereka.

“Integrasi tersebut akan dilakukan terhadap produk kami yang mengumpulkan data kesehatan melalui teknologi analisis citra dan teks, serta kemampuan analitik melalui platform kecerdasan buatan kami,” ujar Haemiwan dari eCEOs Venture.

Direktur Gama Inovasi Berdikari (GIB) Triasmono mengatakan pihaknya terus mendorong mahasiswa yang menggeluti bisnis startup untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak industri.

Pasalnya para pegiat startup perlu mendapat pendanaan dan pendampingan dari pihak ketiga secara berkelanjutan. “Harapan kita, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman langsung dengan industri,” pungkasnya. (humas ugm)

Gelang Kesehatan Kanafit UGM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Protein Hewani Jadi Fokus Edukasi FKH dan FKM UNAIR untuk Cegah Stunting

09/07/2026 - 16:21 WIB

Cegah Stunting, FKH dan FK UNAIR Edukasi Ibu Hamil di Bojonegoro tentang Pentingnya Nutrisi Optimal

09/07/2026 - 16:10 WIB

Stunting Bojonegoro Jadi Fokus Kolaborasi FKH UNAIR dan Pemkab melalui Edukasi Protein Hewani

09/07/2026 - 16:03 WIB

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

07/07/2026 - 19:39 WIB

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:32 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.