Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kartini di Era Digital: Strategi Rini Indriyani Hadapi FOMO dan Jaga Harmoni Keluarga

Kartini di Era Digital: Strategi Rini Indriyani Hadapi FOMO dan Jaga Harmoni Keluarga

PERISTIWA Tiara AS21/04/2026 - 08:04 WIB
Rini Indriyani ungkap strategi perempuan hadapi FOMO dan menjaga keseimbangan keluarga di era digital dalam momentum Hari Kartini 2026.

Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum reflektif bagi perempuan Indonesia dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks, khususnya di era digital. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa tantangan perempuan masa kini tidak lagi sebatas memperjuangkan akses, melainkan menjaga keseimbangan antara peran publik dan keluarga.

Menurut Rini Indriyani, perubahan zaman telah membawa perempuan pada fase baru yang penuh peluang sekaligus tekanan. Akses pendidikan yang terbuka luas serta kesempatan berkarier yang semakin inklusif menjadi kemajuan signifikan. Namun di sisi lain, perempuan dihadapkan pada tuntutan untuk tetap menjalankan fungsi domestik secara optimal.

Ia menilai bahwa esensi perjuangan Kartini saat ini terletak pada kemampuan perempuan dalam mengelola peran ganda tersebut. Perempuan dituntut untuk tetap produktif di ruang publik tanpa mengabaikan peran strategis dalam keluarga sebagai pengasuh sekaligus pendidik utama anak.

Dalam konteks perkembangan teknologi, tantangan semakin kompleks. Rini Indriyani menyoroti bahwa ruang tumbuh anak kini tidak lagi terbatas secara fisik, tetapi telah meluas ke dunia digital. Oleh karena itu, peran ibu tidak hanya sebagai pengawas, melainkan juga sebagai pendamping yang memahami dinamika digital yang dihadapi anak.

Ia menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang adaptif. Pola komunikasi satu arah dinilai tidak lagi relevan untuk generasi saat ini yang cenderung lebih terbuka dan ekspresif. Orang tua, khususnya ibu, perlu membangun hubungan yang setara agar anak merasa didengar dan dihargai.

Namun demikian, kebebasan tersebut tetap harus diimbangi dengan batasan yang jelas. Rini Indriyani menilai pola tarik ulur menjadi pendekatan efektif dalam pengasuhan modern, yakni memberikan ruang eksplorasi sekaligus menjaga arah perkembangan anak.

Fenomena fear of missing out (FOMO) juga menjadi perhatian serius. Tekanan untuk selalu mengikuti tren dinilai berpotensi mengganggu pembentukan identitas diri generasi muda. Dalam hal ini, Rini Indriyani menekankan pentingnya kesadaran akan potensi individu agar anak tidak kehilangan arah dalam arus informasi yang begitu cepat.

Selain itu, aspek kesehatan perempuan turut menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas keluarga. Kondisi emosional ibu secara langsung memengaruhi pola asuh serta lingkungan tumbuh anak.

Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga, sinergi antara Pemkot Surabaya dan TP PKK terus diperkuat melalui berbagai program edukatif. Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) difokuskan pada pengasuhan anak usia dini, sementara program Kemangi memberikan pendampingan bagi orang tua dengan anak remaja.

Program-program tersebut dirancang untuk membekali perempuan dengan keterampilan adaptif dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat.

Rini Indriyani menegaskan bahwa Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Ia menilai tiga aspek utama menjadi kunci, yakni literasi teknologi, ketahanan mental, dan empati sosial.

Dengan kombinasi tersebut, perempuan tidak hanya melanjutkan semangat perjuangan Kartini, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh di tengah era digital. (tas)

FOMO Hari Kartini 2026 kesehatan mental ibu keseimbangan keluarga parenting modern perempuan era digital pola asuh anak Rini Indriyani Surabaya TP PKK Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.