Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kasus Anak Meninggal di Ngada, Akademisi UNAIR Ingatkan Pentingnya Perlindungan Mental Anak

Kasus Anak Meninggal di Ngada, Akademisi UNAIR Ingatkan Pentingnya Perlindungan Mental Anak

PERISTIWA Tiara AS06/02/2026 - 09:15 WIB
Kasus anak meninggal di Kabupaten Ngada jadi perhatian nasional. Akademisi UNAIR menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan mental anak.

Peristiwa meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan kesehatan mental anak di Indonesia.

Korban, YBR (10), diketahui tinggal bersama neneknya sejak balita di sebuah pondok sederhana. Kondisi keluarga yang serba terbatas serta minimnya pendampingan menjadi latar belakang sosial yang kini disorot banyak pihak.

Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Bagong Suyanto, menyebut bahwa anak-anak dalam situasi rentan kerap tidak memiliki ruang aman untuk mengekspresikan tekanan emosional yang mereka alami.

“Anak-anak sering memendam masalahnya sendiri. Tanpa dukungan keluarga dan lingkungan, tekanan psikologis bisa berkembang tanpa terdeteksi,” ungkap Prof Bagong.

Ia menekankan bahwa kesehatan mental anak bukan semata tanggung jawab keluarga inti, melainkan membutuhkan keterlibatan komunitas, sekolah, dan lembaga sosial di tingkat lokal.

Prof Bagong juga menyoroti absennya akses layanan psikologis di wilayah pedesaan sebagai tantangan besar. Menurutnya, kondisi ini membuat anak-anak dari keluarga kurang mampu semakin terpinggirkan secara sosial dan emosional.

“Kita perlu membangun sistem dukungan berbasis komunitas agar anak-anak tidak merasa sendirian menghadapi persoalan hidup,” tambahnya.

Ke depan, ia berharap pemerintah daerah dan pusat dapat memperkuat peran lembaga sosial serta pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan peduli terhadap kesehatan mental anak, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan dasar. (tas)

anak meninggal di NTT kasus Ngada kesehatan mental anak Indonesia perlindungan anak sosiolog UNAIR
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.