Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»HIBURAN»Kecerdikan Iqbaal di ‘Perayaan Mati Rasa’

Kecerdikan Iqbaal di ‘Perayaan Mati Rasa’

HIBURAN redaksi25/01/2025 - 13:00 WIB

Iqbaal Ramadhan menampilkan performa akting yang mendalam dalam film Perayaan Mati Rasa. Sebagai pemeran utama sekaligus produser eksekutif, ia menghadirkan emosi subtil (halus hingga cerdik/red) namun meyakinkan di setiap adegan.

“Ian Antono adalah karakter yang memberikan pelajaran penting dalam perjalanan karierku sebagai aktor,” ujar Iqbaal usai Press Conference di XXI Epicentrum, Jakarta Pusat, Kamis (23/01). Menurutnya, peran ini mengajarkan kedewasaan dalam menyampaikan emosi yang manusiawi namun tetap mengesankan.

Iqbaal mengakui bahwa tantangan utama peran Ian adalah mengolah lapisan emosi yang kompleks. “Penonton bisa menemukan resonansi atas apa yang dialami Ian,” katanya.

Selain memerankan Ian, Iqbaal juga terlibat dalam proses kreatif musik di film ini. Bersama Devano, Randy, dan Dul Jaelani, ia menciptakan lagu-lagu yang menjadi bagian integral dari cerita.

Film ini menghadirkan band fiktif Midnight Serenade yang hidup di dalam dan luar layar. Midnight Serenade bahkan tampil di panggung sebagai bagian dari promosi film Perayaan Mati Rasa.

Dengan pendekatan unik ini, Iqbaal ingin menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih autentik. Film ini diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam kariernya sebagai aktor dan produser.

Film ini lahir dari inspirasi lagu Umay Shahab yang sebelumnya viral dan diminati banyak orang. Lagu tersebut membawa ide untuk menciptakan cerita yang dekat dengan hati, yakni tentang keluarga.

“Keluarga adalah support system utama, sebelum kita punya pasangan atau sahabat,” kata Prilly. Ia bersama tim kreatif, termasuk Umay dan Iqbal, sepakat menjadikan cinta keluarga sebagai inti dari cerita.

Prilly dan Umay yang merupakan anak pertama, serta Iqbal sebagai anak kedua, berbagi perspektif mereka dalam proses kreatif. “Kami merasa ekspektasi tinggi sebagai anak pertama sering membuat hubungan dengan orang tua jadi rumit,” ujarnya.

Dalam film ini, konflik antara anggota keluarga digambarkan dengan emosional. Namun, cinta keluarga juga disebut Prilly sebagai obat bagi luka dan trauma yang dialami seseorang.

Film ini tidak hanya menyentuh cerita anak pertama atau kedua, tetapi juga relevan untuk semua posisi dalam keluarga. Pesannya adalah bagaimana keluarga bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus tantangan dalam hidup.

Prilly berharap film ini memberikan dampak positif bagi siapa pun yang menontonnya. “Semoga penonton bisa mengambil hal baik dari film ini, apa pun posisinya, ibu, ayah, atau anak,” katanya.

Melalui Perayaan Mati Rasa, Prilly ingin menyampaikan pentingnya berdamai dengan rasa sakit. Rasa sakit tidak selalu buruk, karena bisa menjadi langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (rri)

Iqbaal Ramadhan Perayaan Mati Rasa
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.