Rektor Unair: Keilmuan Harus Menyejahterakan dan Memuliakan
KOMUNITAS PERISTIWA

Rektor Unair: Keilmuan Harus Menyejahterakan dan Memuliakan

Universitas Airlangga telah mengukuhkan tiga guru besar baru. Kegiatan pengukuhan guru besar baru tersebut berasal dari tiga bidang keilmuan yang berbeda.

Ialah Prof Dr Tanti Handriana SE MSi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Merupakan Guru Besar FEB aktif ke-25 dan Guru Besar Universitas Airlangga sejak berdiri yang ke-476 serta Guru Besar Universitas Airlangga PTN BH yang ke-184.

Prof Dr Hening Laswati dr SpKFR(K) dari Fakultas Kedokteran (FK). Merupakan Guru Besar FK aktif yang ke-110 dan Guru Besar Universitas Airlangga sejak berdiri yang ke-477 serta Guru Besar Universitas Airlangga PTN-BH yang ke-185.

Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa dr SpKK(K) FINSDV dari FK. Merupakan Guru Besar Guru Besar FK aktif ke-111 dan Guru Besar Universitas Airlangga sejak berdiri yang ke-478 serta Guru Besar Universitas Airlangga PTN-BH yang ke-186.

Tercatat dari pengukuhan guru besar baru tersebut sampai dengan 26 januari 2019, Universitas Airlangga telah memiliki guru besar aktif sebanyak 190 orang. Sementara sejak berdiri tahun 1954, Universitas Airlangga telah melahirkan guru besar sebanyak 478 orang.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih menyampaikan bahwa guru besar merupakan sebuah amanah. Bukan sekadar gelar tertinggi dalam dunia pendidikan. Ini adalah tugas yang berat. Karena guru merupakan sebagai profesi yang harus bisa memberikan keteladanan.

“Sebagai seroang cendekiawan, guru besar harus bisa memberikan sumbangsih yang nyata dalam kehidupan manusia. Jangan menjadi menara gading yang sibuk dengan urusan sendiri. Ini sudah saatnya menjadi insan cendekia yang harus menebar manfaat ke seluruh penjuru bumi,” ujarnya dalam rilis UNAIR, Senin (28/1).

Ia menambahkan dalam pengukuhan guru besar hari ini beberapa hal istimewa. Pertama, ini bulan pertama di tahun 2019 sudah ada tiga guru besar baru yang dikukuhkan. Kemudian, guru besar yang dikukuhkan kesemuanya adalah perempuan. “Ini srikandi UNAIR yang luar biasa,” tegasnya.

Selanjutnya, profesor yang dikukuhkan berasal dari induk UNAIR dan RSUD Dr Soetomo. Baru ada tiga guru besar UNAIR yang lahir dari induk NIDK rumah sakit. Keempat, pidato ilmiah dari ketiga guru besar sangat luar biasa, yakni sudah pada tahap aspek penyelesaian permasalahan.

Dari pembahasan lingkungan yang langsung kena pada solusi dan demi kesejahteraan umat manusia. Pada bahasan disabilitas juga langsung mengena untuk mengentaskan kesejahteraan. Dan bahkan orasi tentang kusta juga menyadarkan kita semua tentang peran ilmuan bisa menjembatai kesejahteraan manusia. Inilah istimewanya, ada tiga orasi dalam satu judul dan tujuan yang sama.

UNAIR sangat mendukung pera aktif ilmu pengetahuan. Agar pengembangan ilmu pengetahuan bisa sampai pada nilai yang sesungguhnya. Dengan ilmu yang dimiliki akan menjadi jalan untuk menyejahterakan dan memuliakan kehidupan. (ita)