Kesadaran lingkungan dan empati sosial masyarakat Kota Surabaya menunjukkan perkembangan signifikan. Pada perayaan malam Tahun Baru 2026, volume sampah di ruang publik Surabaya tercatat turun lebih dari 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa total timbulan sampah dari aktivitas malam tahun baru tahun ini tidak mencapai 5 ton, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 14 ton.
“Penurunan ini sangat signifikan. Aktivitas masyarakat di lapangan jauh berkurang,” kata Dedik, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak lepas dari imbauan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, agar masyarakat tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan duka cita atas bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dan Aceh.
Meski skala perayaan menurun, petugas kebersihan tetap disiagakan dan melakukan pembersihan di sejumlah ruang publik yang menjadi titik konsentrasi warga, seperti Grahadi, Taman Bungkul, kawasan Kota Lama, dan Taman Suroboyo.
“Sampah yang ditemukan sebagian besar berupa botol plastik, kemasan makanan, dan sisa konsumsi. Namun jumlahnya relatif kecil,” jelas Dedik.
Ia menambahkan bahwa data kurang dari 5 ton tersebut merupakan sampah insidental dari kegiatan malam tahun baru, tidak termasuk sampah rumah tangga harian yang masuk ke TPS.
Fenomena ini dinilai sebagai indikator positif perubahan perilaku masyarakat perkotaan, di mana kesadaran lingkungan dan empati sosial mulai berjalan seiring.
“Ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan kesadaran bersama mampu memberikan dampak nyata bagi kebersihan kota,” tutup Dedik. (tas)
