Keselamatan Wisatawan Menjadi Prioritas
JALAN-JALAN PERISTIWA

Keselamatan Wisatawan Menjadi Prioritas

Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena imbas paling dalam akibat adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia ini. Hal ini berakibat tutupnya destinasi wisata baik yang dikelola pemerintah, swasata maupun masyakarat.

Di masa New Normal, dunia pariwisata berperan aktif dalam upaya menghadirkan destinasi yang sehat dan bersih. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan protokol kesehatan ketat sebagai prasyarat utama wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut.

“Kita harus membangun kepercayaan wisatawan untuk berkunjung. Hal ini menjadi prioritas utama. Kita tekankan kepada mereka bahwa destinasi ini adalah destinasi yang aman dikunjungi. Itu fokus utama kita. Selanjutnya, bagaimana mengkomunikasikan kepada publik,” terang Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) saat menjadi pembicara dalam forum diskusi Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi, pekan lalu.

Dalam webinar yang digelar oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) ini, Edy Setijono menyampaikan bahwa di masa pandemi, destinasi wisata harus mengubah konsep berpikir, dari quantity oriented ke quality oriented.

Destinasi perlu disiapkan untuk menyambut wisatawan yang sadar akan kebersihan serta keselamatan dirinya sehingga mereka merasa aman saat berkunjung.

“Maka kita susun protokol kesehatan. Kita mencotoh Disneyland Shanghai yang pertama melakukan pembukaan kawasannya dengan menggunakan protokol kesehatan ketat. Hal ini meliputi jaga jarak, pakai masker serta cuci tangan. Protokol ini kita laporkan dan disetujui oleh gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Jawa Tengah maupun Yogyakarta,” lanjut Edy.

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Dirut TWC, Ketua BPKN Rizal E. Halim menekankan kepada pelaku wisata bahwa terjaminnya keselamatan wisatawan merupakan hal penting yang harus dilakukan di masa pandemi ini.

“Kita tak ingin sektor pariwisata ini terpuruk terlalu lama. Dengan catatan bahwa konsumen wisatawan bisa diberi jaminan keselamatan di objek wisata. Kedisiplinan bisa dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan. Protokol kesehatannya ada di objek wisata, namun kesadarannya rendah. Tugas kita semua untuk menyampaikan bahwa kedisiplinan itu menjadi penting,” ujarnya. (sak)