Israel dan Hamas Palestina telah menyetujui gencatan senjata mulai berlaku pada Minggu (19/01). Gencatan senjata ini berhasil diraih, setelah beberapa poin perjanjian disepakati kedua belah pihak.
Lalu apa saja poin-poin tersebut?. Dikutip dari AFP, berikut rangkuman persetujuan Hamas dan Israel atas kesepakatan melalui para mediator di Qatar dan Mesir, Kamis (16/01):
Mulai 19 Januari
Gencatan senjata akan dimulai Minggu, 19 Januari nanti. Ini terjadi persis sebelum pelantikan Presiden AS Terpilih, Donald Trump.
Sebelumnya, Trump sempat menegaskan, bahwa perang tersebut harus selesai sebelum dirinya dilantik. Jika tidak, maka akan “ada neraka” yang muncul.
Ada Tiga Fase
Perjanjian gencatan senjata sendiri akan berlangsung tiga tahap. Belum jelas berapa lama gencatan berlangsung, tapi tahap pertama akan memakan waktu 42 hari.
Pembebasan Masing-masing Sandera
Pada tahap pertama kesepakatan, sebanyak 33 sandera Israel yang diculik Hamas ke Gaza akan dibebaskan. Mereka adalah perempuan sipil dan rekrutan militer perempuan, anak-anak, orang tua, termasuk warga sipil yang sakit dan terluka.
Sebagai gantinya, ratusan warga Palestina yang ditahan Israel juga akan dibebaskan. Namun, seorang pejabat Israel mengatakan angka itu tergantung berapa banyak dari 33 sandera yang masih hidup.
Dua sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan, kelompok itu meminta ribuan dibebaskan. Termasuk mereka yang dijatuhi hukuman panjang.
Jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan sebagai ganti sandera Israel pada tahap kedua dan ketiga akan diselesaikan selama 42 hari pertama.
Tentara Israel Mundur di Gaza
Selama gencatan senjata awal yang berlangsung 42 hari, pasukan Israel akan mundur dari daerah padat penduduk Gaza. Ini untuk “memungkinkan pertukaran tahanan, serta pertukaran jenazah dan pemulangan orang-orang yang mengungsi”.
Israel nantinya akan mempertahankan zona penyangga di Gaza selama tahap pertama. Pasukan Israel akan tetap berada hingga 800 meter di dalam Gaza yang membentang dari Rafah-Beit Hanun di utara.
“Pasukan Israel tidak akan sepenuhnya mundur dari Gaza sampai semua sandera dikembalikan”, kata pejabat Israel. “Tidak akan ada pasukan Israel yang hadir, dan militan Palestina akan dilarang melewati pos pemeriksaan selama pemulangan para pengungsi,” katanya.
Gencatan Senjata Permanen
Diharapkan gencatan senjata ini akan menjadi halaman terakhir perang. Sehingga, semua pihak diminta berkomitmen untuk melaksanakan semua ketentuan perjanjian. (rri)

