Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Berdonasi di Dana Abadi ITS

Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Berdonasi di Dana Abadi ITS

KOMUNITAS redaksi21/07/2025 - 12:00 WIB

Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang untuk bisa tetap beramal dengan berdonasi meringankan beban orang lain. Sikap inspiratif ini datang dari mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Jabir Al Hanan, yang rutin berdonasi untuk kemaslahatan bersama meski kondisi ekonominya sendiri masih terbatas.

Putra dari pasangan Nurul Huda Ja’far dan Afrida Sugeng Kristyanti ini bertekad tinggi untuk bisa berkuliah dengan tidak merepotkan kedua orang tuanya. Mengingat, ibunya adalah seorang guru honorer SMP dan ayahnya juga seorang guru honorer Madrasah Aliyah (MA) yang menyambi beternak ayam, sehingga Jabir aktif mencari beasiswa yang dapat menunjang finansial di dunia perkuliahannya.

Jabir sendiri berhasil diterima di Kampus Pahlawan ini melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Selain itu, ia juga tercatat sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K) skema I, yakni beasiswa yang memperoleh bantuan untuk bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup.

Kesempatan emas yang diperoleh tersebut ia manfaatkan untuk lebih berkembang dan berprestasi. Ia pun aktif dalam berbagai kegiatan manajerial hingga keagamaan. Jabir pun tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi (HMMT), ITS Material Advantage Student Chapter (IMAC), dan Lembaga Kajian Kerohanian Islam (LKKI) Ash-Haabul Kahfi. “Minat di bidang riset membawa saya mendapatkan Juara Harapan 2 Mining Case Competition 2024 dan Best Topic SPACE UP 6.0 di Universitas Pertamina,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sulung dari tiga bersaudara ini juga merupakan seorang hafiz sembilan juz Alquran. Guna meneruskan hafalan tersebut, alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang ini juga menjadi santri di Pondok Pesantren Darussalam, Keputih, Surabaya. Dengan begitu, Jabir membuktikan bahwa manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat. “Memang pondok pesantren ini menyasar mahasiswa, sehingga tidak mengganggu waktu kuliah,” tuturnya.

Saat berkuliah ini, Jabir pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya dirawat selama tiga bulan untuk pemulihan. Musibah yang terjadi seminggu setelah masuk pondok pesantren tersebut membuat Jabir mengalami hilang ingatan. Meskipun belum bisa beraktivitas normal, Jabir secara perlahan mulai mengembalikan memori lama dengan cara mengulas kembali materi yang lalu. “Jika kepala mulai terasa sakit saat belajar, maka saya istirahatkan sebentar,” ujarnya.

Tak hanya itu, musibah lain yang tak kalah besar sebagai salah satu cobaan dalam hidupnya juga telah terjadi sebelumnya. Yakni saat di awal perkuliahan Jabir, ibunya mendapatkan serangan sakit stroke yang membuatnya tidak bisa beraktivitas mengajar sepenuhnya seperti sebelumnya. Ibunya pun hanya bisa mengajar selama dua hari dalam seminggu.

Beberapa bulan setelah kecelakaan yang dialaminya, pemuda kelahiran 12 Oktober 2004 ini tergugah hatinya untuk berdonasi kepada almamaternya. Memang nominal yang terbilang tidak besar, tetapi konsistensi untuk berdonasi setiap hari inilah yang bisa dijadikan contoh bagi mahasiswa lain.

Dimulai sejak Februari 2025, Jabir memakai fitur autodebit dari tabungannya agar sejumlah nominal otomatis tersalurkan. “Ini merupakan bentuk terima kasih saya kepada ITS atas kesempatan berkembang yang diberikan,” terangnya penuh syukur.

Timbal balik yang dilakukan Jabir nyatanya menjadi langkah dari gerakan yang lebih besar. Donasi yang disalurkannya dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) ITS, sebuah inisiatif yang lahir dari semangat kebersamaan untuk kebermanfaatan.

Lewat LPDA ini, ITS bersama mitra dan donatur menghimpun dana abadi yang sepenuhnya ditujukan untuk kebutuhan sivitas akademika. Mulai dari bantuan biaya hidup mahasiswa hingga mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selaras dengan Jabir, Direktur LPDA ITS Dr Eng Kriyo Sambodho ST MEng menambahkan bahwa dana abadi berprinsip pokok dana tetap utuh dan tidak boleh digunakan. Hanya pendapatan atau bunga yang dihasilkan dari investasi dana tersebut yang boleh dimanfaatkan.

Salah satu kebermanfaatannya adalah untuk Beasiswa Dana Abadi Biaya Hidup mahasiswa KIP-K skema II. “Jabir bisa menjadi contoh untuk mahasiswa lain yang bahkan memiliki ekonomi berkecukupan untuk rutin berdonasi ke almamaternya,” tutur dosen Departemen Teknik Kelautan ITS yang akrab disapa Dhodot tersebut.

Kisah Jabir ini juga sejalan dengan nilai Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yang mendorong akses terhadap pendidikan berkualitas dan inklusif. Perjuangannya membuktikan bahwa latar belakang ekonomi sosial bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Pengalaman Jabir ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa kesempatan berkembang terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha, tanpa memandang kondisi ekonomi. (ita)

ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.