Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Selasa dini hari (17/3/2026), ketika lebih dari 35 ribu jemaah berkumpul untuk melaksanakan Qiyamul Lail pada malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual masyarakat, khususnya dalam menyambut sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Ribuan jemaah tampak memenuhi area dalam hingga selasar masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah malam secara berjamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum malam-malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan doa. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan serta konsistensi dalam beribadah, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan setelahnya.
Selain memperkuat aspek spiritual, Khofifah juga mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan kondisi dunia yang tengah dilanda konflik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Ia berharap situasi geopolitik global dapat segera mereda sehingga tidak berdampak pada stabilitas dunia, termasuk pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan jaminan keamanan dan ketenangan.
Menurutnya, kelancaran ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan individu, tetapi juga oleh kondisi keamanan global. Oleh karena itu, doa bersama yang dipanjatkan diharapkan mampu membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia.
Rangkaian Qiyamul Lail diawali dengan kegiatan muhasabah dan dzikir bersama yang dipimpin oleh Imam Masjid Al Akbar Surabaya, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat sunnah seperti Tahajud, Tasbih, dan Hajat. Suasana penuh kekhusyukan terasa sepanjang pelaksanaan ibadah hingga menjelang waktu sahur.
Usai pelaksanaan ibadah malam, kegiatan dilanjutkan dengan sahur bersama yang diikuti oleh para jemaah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial turut menyediakan ribuan paket makanan untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Kehangatan kebersamaan terlihat saat para jemaah menikmati santap sahur di area masjid. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia serta para relawan, termasuk generasi muda, yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan. Partisipasi berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara keagamaan berskala besar ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat keimanan, serta menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas ibadah di masa mendatang. (tas)

