Khofifah Gelar Rakor Angkutan Lebaran
KOMUNITAS PERISTIWA

Khofifah Gelar Rakor Angkutan Lebaran

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi (rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1443 H/2022, di Singhasari Hotel Batu, Sabtu (23/04).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada 2, dan Laksda TNI Iwan Isnurwanto, serta diikuti oleh Bupati dan Walikota se- Jawa Timur, Kepala Dinas Perhubungan se-Jatim, Jajaran Kodim dan Polres.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam rakor mengingatkan pentingnya antisipasi berbagai persoalan yang mungkin terjadi akibat lonjakan arus mudik di wilayah Jawa Timur.

“Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, dilakukan berbagai langkah-langkah prospektif yang bisa memberikan opsi pada mereka, disaat kemungkinan adanya penumpukan kendaraan di satu titik,”ujarnya.

“Makanya tadi kita menyampaikan dalam rapat, titik rawan terhadap kemungkinan terjadinya kemacetan, misalnya di exit tol, adanya pasar tumpah, dan titik jalan yang kurang baik, serta adanya kerusakan jalan berat, sedang dan ringan, serta jembatan semuanya sudah terpetakan,”tambahnya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan jumlah pos pengamanan diseluruh Jawa Timur yang berjumlah sekitar 270 pos PAM.

“Kenapa tadi kita menyampaikan di kabupaten dan kota masing-masing terkait jumlah pos PAM, supaya Bupati dan Walikota terkonfirmasi serta koordinasi dengan jajaran Polres dan Kodim setempat,”jelasnya.

Kemudian Pemprov Jatim bersama jajaran Polri dan TNI dalam rapat juga memberikan nomor call center pada peserta rapat untuk mengantisipasi beberapa titik rawan kemacetan, kepadatan kendaraan serta lakalantas.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan langkah-langkah mitigatif untuk antisipasi resiko penularan covid-19.

“Dalam surat edaran terbaru Menteri Dalam Negeri terkait aturan halal bihalal, disampaikan bahwa halal bihalal bagi daerah yang level 3, dibatasi 50 persen dari kapasitas, bagi yang level 2 dibatasi 75 persen dari kapasitas dan bagi yang level 1 diperbolehkan 100 persen dari kapasitas, serta kalai yang hadir 100-200 lebih tidak diperbolehkan makan dan minum di tempat,”ujarnya.

Ia berharap dalam antisipasi penyelanggaraan angkutan lebaran 2022, masing-masing pihak akan terus koordinasi baik secara vertikal maupun horizontal, “Kita semua berharap mudik lebaran tahun ini berjalan aman, sehat dan selamat,” harapnya. (ita)