Upaya memperkuat kontribusi alumni dalam pembangunan berkelanjutan kembali ditekankan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), Khofifah Indar Parawansa. Dalam pelantikan Pengurus Wilayah IKA UNAIR Provinsi Lampung di Hotel Horison Lampung, Khofifah mengajak para alumni untuk mengambil peran lebih strategis dalam mendukung kemajuan institusi dan masyarakat.
Pelantikan yang dirangkaikan dengan kegiatan silaturahmi tersebut menjadi momentum konsolidasi jaringan alumni lintas daerah. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa alumni bukan sekadar bagian dari sejarah kampus, tetapi merupakan aktor penting dalam memperluas dampak nyata perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kontribusi alumni tidak hanya terbatas pada sektor akademik, melainkan juga menyentuh berbagai aspek pembangunan sosial yang berkelanjutan. Ia menilai, peran alumni menjadi kunci dalam menjaga sekaligus meningkatkan posisi UNAIR di tingkat nasional maupun global.
Khofifah menyoroti bahwa berbagai program yang dijalankan oleh IKA UNAIR telah selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Program-program tersebut menjadi indikator penting dalam penguatan reputasi institusi berbasis dampak sosial.
Salah satu fokus utama kontribusi alumni terlihat di sektor pendidikan. Melalui dukungan beasiswa dan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, alumni dinilai mampu memperluas akses pendidikan yang lebih inklusif. Langkah ini tidak hanya membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga meningkatkan angka keberhasilan studi di perguruan tinggi.
Di sisi lain, kontribusi nyata juga terlihat dalam pembangunan infrastruktur dasar masyarakat. Alumni UNAIR telah berperan dalam penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor dan sistem pipanisasi di berbagai daerah. Program ini menjadi solusi konkret dalam mengatasi krisis air, terutama saat musim kemarau di wilayah-wilayah rentan.
Khofifah menjelaskan bahwa program penyediaan air bersih tersebut turut memberikan dampak signifikan terhadap capaian indikator global UNAIR, khususnya dalam penilaian Times Higher Education (THE) Impact Rankings berbasis implementasi SDGs.
Selain itu, perhatian terhadap sektor lingkungan juga menjadi prioritas. Gerakan penanaman mangrove yang dilakukan alumni secara masif menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mitigasi perubahan iklim. Program ini dinilai memiliki dampak jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun pengurangan risiko bencana.
Khofifah menegaskan bahwa rangkaian program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kontribusi alumni dalam pembangunan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi dan integrasi program dalam sistem digital, agar dampak yang dihasilkan dapat terukur dan berkontribusi pada penguatan reputasi global kampus.
Lebih jauh, Khofifah mendorong sinergi yang lebih erat antara alumni, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun peringkat global menjadi salah satu indikator penting, esensi utama yang harus dijaga adalah kontribusi nyata kepada masyarakat. Standarisasi global, khususnya melalui SDGs, dinilai dapat dicapai melalui peran aktif setiap individu sesuai kapasitasnya.
Pelantikan IKA UNAIR Lampung ini diharapkan menjadi titik awal penguatan jejaring alumni yang lebih solid dan produktif. Dengan sinergi yang terbangun, alumni diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya bagi almamater, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Semangat kolaborasi yang diusung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa peran alumni tidak berhenti setelah lulus dari perguruan tinggi. Sebaliknya, mereka menjadi bagian penting dalam membangun peradaban melalui kontribusi berkelanjutan di berbagai sektor kehidupan. (tas)

